Empat Jenazah Kecelakaan Purbaleunyi Diidentifikasi Jenis Kelaminnya

Kompas.com - 10/09/2019, 16:22 WIB
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat ditemui di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (4/7/2019). KOMPAS.com/Devina HalimKepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat ditemui di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (4/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 4 jenazah korban kecelakaan beruntun di Kilometer 91 Tol Purbaleunyi, Jawa Barat, berhasil diidentifikasi jenis kelaminnya.

"Jenazah yang berhasil diidentifikasi, untuk jenis kelaminnya saja, yang 4 orang ini diduga perempuan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (10/9/2019).

Meski demikian, polisi belum dapat mengidentifikasi identitas keempat jenazah tersebut. Sebab, sudah sulit dikenali.

Rencananya, polisi akan menyelidiki identitas mereka melalui tes DNA.

Baca juga: Polisi Periksa Dua Perusahaan Terkait Kecelakaan Beruntun di KM 91 Tol Purbaleunyi

Dalam waktu dekat, polisi akan mengambil sampel DNA anggota keluarga yang masih kehilangan anggota keluarganya dalam kecelakaan tersebut. Data ante mortem itu akan dicocokkan dengan data post mortem yang didapat dari jenazah.

Dedi menambahkan, keempat jenazah itu diduga berasal dari tiga kendaraan berbeda yang terbakar saat kecelakaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebanyak 20 kendaraan terlibat kecelakaan beruntun di tol Purbaleunyi, Senin (2/9/2019).Handout Sebanyak 20 kendaraan terlibat kecelakaan beruntun di tol Purbaleunyi, Senin (2/9/2019).
Dua jenazah diduga ditemukan di kendaraan rental Daihatsu Ayla. Satu jenazah lain diduga ditemukan di Toyota Rush. Adapun jenazah terakhir diduga ditemukan di mobil Mazda.

Hal itu masih sebatas dugaan karena begitu dievakuasi, jenazah-jenazah itu langsung dijadikan satu.

"Tentunya, masih didalami tim DVI karena pada saat mengevakuasi jenazah ini tim di lapangan langsung menjadikan satu, untuk percepatan evakuasi korban dan percepatan penulihan arus lalu lintas," lanjut Dedi.

Baca juga: Pemilik Truk Penyebab Kecelakaan Tol Purbaleunyi Langgar Batas Maksimal Dimensi

Sebelumnya, kecelakaan beruntun terjadi di kilometer 91+200 Tol Purbaleunyi segmen Cipularang, Senin (2/9/2019).

Kecelakaan itu melibatkan 20 kendaraan dan mengakibatkan 8 orang meninggal dunia. Puluhan pengendara lainnya mengalami luka-luka.

Polisi juga telah menetapkan dua orang sebagai tersangka yaitu S dan DH. Keduanya ditetapkan tersangka karena dinilai lalai sehingga menyebabkan orang lain meninggal dunia dan terdapat kerugian materil.

Namun, status hukum DH gugur karena ia meninggal dunia.

 

Kompas TV Kecelakaan beruntun terjadi di Tol Purbaleunyi segmen Cipularang KM 91, Senin (2/9/2019). Dilaporkan Kompas.com pada Senin, (2/9/2019) Kasatlantas Polres Purwakarta AKP Ricki Adipratama mengatakan, sebanyak 21 kendaraan terlibat dalam kecelakaan tersebut. Akibat kecelakaan itu, arus lalu lintas di sekitar lokasi padat. Kecelakaan di wilayah yang kerap disebut Tol Cipularang bukan kali pertama terjadi. Setidaknya ada 4 Kecelakaan yang pernah terjadi sebelumnya di Tol Cipularang. Jumat 19 Mei 2017 sekitar pukul 09.45 WIB, kecelakaan terjadi di KM 91 ruas jalan Tol Cipularang. Kecelakaan beruntun tersebut melibatkan empat kendaraan. Dua kendaraan milik PT Jasamarga yang tengah melakukan evakuasi, kendaraan truk colt diesel, dan kendaraan Nissan Xtrail. Kasubdit Bin Gakum Ditlantas Polda Jabar, AKBP Matrius, mengatakan kronologi tersebut bermula truk colt diesel dating dari arah Bandung menuju Jakarta. Saat melaju di bahu jalan dengan kondisi jalan menurun, kendaraan melaju tanpa rem. Truk colt tersebut meluncur deras kemudian menghantam 2 unit kendaraan milik PT Jasamarga yang tengah mengevakuasi kecelakaan. Akibatnya, tiga orang petugas jasamarga mengalami luka dan dua orang pengemudi serta penumpang truk mengalami luka-luka. Pada Rabu, 23 Januari 2019 sekitar pukul 04.30 WIB, Wakil Ketua DPRD Kota Banjar dari PDI-P Anwar Hartono bersama ajudannya Dedi Wahyudi tewas dalam kecelakaan di Tol Cipularang KM 94,8. Sementara, sopir mobil dinas Toyota Inova yang ditumpangi ke-dua korban tersebut mengalami luka berat dan tak sadarkan diri. Kejadian bermula saat sebuah truk tronton melaju perlahan di lajur kiri dari arah Bandung-Jakarta. Dari arah yang sama, mobil Innova milik korban tewas tersebut melaju kencang di lajur kanan. Kemudian tepat di KM 94,8 Desa Pasir Munjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Innova tiba-tiba oleng ke kiri dan menghantam bagian belakang truk. Saat itu, posisi jalur tol sedikit menikung, sehingga kendaraan berkecepatan tinggi sedikit kesulitan mengerem secara mendadak. Inoona yang menabrak langsung ringsek masuk ke bagian kolong belakang truk. Pada Senin, 28 Januari 2019, kecelakaan kembali terjadi di kilometer 70,400/B. Saat itu dilaporkan sebanyak empat orang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, kecelakaan bus tersebut terjadi sekitar pukul 09.45 WIB. Akibat kecelakaan tersebut, empat orang meninggal dan 24 orang lainnya mengalami luka-luka. Pada Selasa, 30 April 2019 sekitar pukul 07.50 WIB, kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Tol Cipularang KM 92.600 Sukatani, Purwakarta. Kecelakaan tersebut menimpa bus yang ditumpangi istri lurah dan beberapa kecamatan di Kota Bandung yang sedang menuju ke Jakarta. Istri sekertaris Kecamatan Regol, Lilis Sumiati juga ada dalam daftar penumpang. Kejadian bermula ketika bus yang disopiri Arif Pradana (42) melaju dari arah Bandung, memacu kendaraan hendak menyusul truk yang ada di depannya. Diduga karena kurang antisipasi bus pariwisata tersebut menabrak truk yang dikendarai Agus Rosyandi (41). Akibat kecelakaan tersebut, 11 penumpang bus termasuk Arif mengalami luka ringan. #KecelakaanBeruntun #Cipularang #KecelakaanCipularang
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Nama 9 dari 14 Korban Meninggal Terdampak Erupsi Semeru

Ini Nama 9 dari 14 Korban Meninggal Terdampak Erupsi Semeru

Nasional
PPKM Luar Jawa-Bali Berakhir Hari Ini, Berikut Situasi Covid-19 Terbaru

PPKM Luar Jawa-Bali Berakhir Hari Ini, Berikut Situasi Covid-19 Terbaru

Nasional
Diundang Sosialisasi Alih Status, Eks Pegawai KPK Harap Posisi dan Peran di Polri Diperjelas

Diundang Sosialisasi Alih Status, Eks Pegawai KPK Harap Posisi dan Peran di Polri Diperjelas

Nasional
Erupsi Semeru, Perintah Presiden Jokowi dan Kata Mbah Rono

Erupsi Semeru, Perintah Presiden Jokowi dan Kata Mbah Rono

Nasional
Airlangga Minta Kader Golkar Bantu Warga Terdampak Erupsi Semeru

Airlangga Minta Kader Golkar Bantu Warga Terdampak Erupsi Semeru

Nasional
Bakamla Evakuasi 2 Warga Terjebak di Longboat Mati Mesin di Perairan Maluku

Bakamla Evakuasi 2 Warga Terjebak di Longboat Mati Mesin di Perairan Maluku

Nasional
Survei Indikator: 72 Persen Responden Puas atas Kinerja Jokowi, Tertinggi Selama Pandemi

Survei Indikator: 72 Persen Responden Puas atas Kinerja Jokowi, Tertinggi Selama Pandemi

Nasional
Survei Indikator: Risma dan Sri Mulyani Menteri Berkinerja Terbaik

Survei Indikator: Risma dan Sri Mulyani Menteri Berkinerja Terbaik

Nasional
[POPULER NASIONAL] Erupsi Gunung Semeru Tak Seperti Letusan Merapi di 2010 | 13 Orang Meninggal akibat Erupsi Semeru, Baru 2 Teridentifikasi

[POPULER NASIONAL] Erupsi Gunung Semeru Tak Seperti Letusan Merapi di 2010 | 13 Orang Meninggal akibat Erupsi Semeru, Baru 2 Teridentifikasi

Nasional
Erupsi Semeru, Bupati Lumajang Tetapkan Status Tanggap Darurat 30 Hari

Erupsi Semeru, Bupati Lumajang Tetapkan Status Tanggap Darurat 30 Hari

Nasional
Polri Gelar Operasi Aman Nusa II Tangani Dampak Erupsi Semeru, 945 Personel Dikerahkan

Polri Gelar Operasi Aman Nusa II Tangani Dampak Erupsi Semeru, 945 Personel Dikerahkan

Nasional
Tangani Dampak Erupsi Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Kerahkan Tim Respons dari Empat Kota

Tangani Dampak Erupsi Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Kerahkan Tim Respons dari Empat Kota

Nasional
Muhaimin Instruksikan Kader PKB Bantu Warga Terdampak Erupsi Semeru

Muhaimin Instruksikan Kader PKB Bantu Warga Terdampak Erupsi Semeru

Nasional
Luncurkan Kapal Cepat Rudal Kelima, Prabowo: Tanpa Kekuatan Maritim yang Kuat, Tak Mungkin Negara Kuat

Luncurkan Kapal Cepat Rudal Kelima, Prabowo: Tanpa Kekuatan Maritim yang Kuat, Tak Mungkin Negara Kuat

Nasional
Survei Indikator: Polri Geser KPK Jadi Lembaga Penegak Hukum Paling Dipercaya

Survei Indikator: Polri Geser KPK Jadi Lembaga Penegak Hukum Paling Dipercaya

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.