Menteri PPPA Yohana Yembise Tegaskan Audisi PB Djarum Langgar Aturan

Kompas.com - 10/09/2019, 08:27 WIB
Menteri PPPA Yohana Yembise saat menghadiri sosialisasi pencegahan kekerasan dalam rumah tangga di Swissbel Hotel, Manokwari, Papua Barat, Rabu (17/10/2018). Dok. Kementerian PPPAMenteri PPPA Yohana Yembise saat menghadiri sosialisasi pencegahan kekerasan dalam rumah tangga di Swissbel Hotel, Manokwari, Papua Barat, Rabu (17/10/2018).
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise ikut bicara terkait polemik PB Djarum yang menghentikan audisi bulu tangkis.

PB Djarum menghentikan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis mulai 2020 setelah Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta audisi itu tidak menggunakan nama merek, logo, dan gambar produk tembakau.

Menteri Yohana Yembise mendukung permintaan KPAI.

Menurut dia, PB Djarum telah melanggar regulasi jika tetap menyematkan nama yang identik dengan produk tembakau dalam audisi.


"Yang jelas, pada dasarnya siapa pun yang melakukan pelanggaran terhadap hak anak dalam bentuk apa pun, tetap melanggar undang-undang, maka harus diproses," kata Yohana Yembise kemarin, Senin (9/9/2019) dilansir dari Tribunnews.com.

Baca juga: Polemik PB Djarum vs KPAI yang Berujung Stop Audisi...

KPAI dan Yayasan Lentera Anak Indonesia mempermasalahkan pencarian bakat bulu tangkis yang dilakukan PB Djarum karena mencantumkan produk tembakau.

Menurut KPAI, PB Djarum telah melanggar sejumlah regulasi. Pelanggaran antara lain terkait Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

PB Djarum juga dianggap telah melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.

PP 109/2012 mengatur tentang perlindungan khusus bagian anak dan perempuan hamil.

Baca juga: KPAI Yakin Ada Solusi soal Audisi Djarum jika Semua Berpikir Jernih

Akan tetapi, PB Djarum telah melakukan audisi ini selama puluhan tahun. Selain itu, audisi yang dilakukan juga berhasil mencetak atlet dengan prestasi kelas dunia.

Sejumlah orangtua kemudian menyayangkan dihentikannya audisi bulu tangkis. Sebab, satu jalan pembinaan telah tertutup saat PB Djarum menghentikan audisinya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X