Begini Kongkalikong Antara Pejabat di Papua dengan Anggota DPR agar DAK Ditambah

Kompas.com - 09/09/2019, 21:52 WIB
Sidang lanjutan pemeriksaan saksi untuk terdakwa mantan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pegunungan Arfak Natan Pasomba di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (9/9/2019) KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMANSidang lanjutan pemeriksaan saksi untuk terdakwa mantan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pegunungan Arfak Natan Pasomba di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (9/9/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pegunungan Arfak Natan Pasomba meminta agar kabupatennya mendapatkan dana alokasi khusus ( DAK) tambahan dari APBN Perubahan Tahun Anggaran 2017.

Demikian disampaikan mantan Kepala Seksi Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik pada Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Rifa Surya saat bersaksi untuk terdakwa Natan.

"Iya pernah minta. Saya sampaikan ke Pak Natan, kalau aspirasi daerah (DAK tambahan dari APBN-P 2017) itu minta bantuan ke anggota DPR RI," kata Rifa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (9/9/2019).

Baca juga: Terungkap Modus Suap DAK di Papua, Dibelokkan Dulu ke Rekening Lain...

Menurut Rifa, yang berwenang menentukan alokasi DAK tambahan pada APBN-P 2017, ada di pihak DPR RI.

Kemudian, Rifa bertanya ke teman lamanya, Suherlan, apakah ada anggota DPR yang juga bertugas di Badan Anggaran yang dapat diajak kongkalikong mengusahakan alokasi DAK tambahan untuk Pegunungan Arfak.

Suherlan saat itu merupakan tenaga ahli fraksi PAN di DPR.

"Waktu itu saya enggak tahu siapa yang bisa. Pak Suherlan saya tanya, punya enggak kenalan anggota DPR di Banggar yang bisa mengusahakan alokasi ini," kata Rifa.

Baca juga: Ini Capaian Pembangunan DAK Fisik dalam 2 Tahun Terakhir Ini

Angggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional Sukiman berjalan menuju mobil tahanan usai diperiksa di Gedung Merah-Putih KPK, Kamis (1/8/2019).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Angggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional Sukiman berjalan menuju mobil tahanan usai diperiksa di Gedung Merah-Putih KPK, Kamis (1/8/2019).
Suherlan pun merekomendasikan Sukiman selaku anggota Komisi XI yang juga bertugas di Badan Anggaran di DPR.

"Ada ketemu, di kantor Pak Sukiman. Saya bilang, ada yang mau membutuhkan untuk DAK tambahan. Kalau ada alokasi dari DPR, mohon dipertimbangkan, karena kan kadang ada, kadang enggak, ini kan perubahan," kata dia.

Rifa juga menyampaikan ke Sukiman bahwa akan ada commitment fee dari pihak Natan atas pengurusan DAK tambahan tersebut.

"Iya (disampaikan) langsung ke Pak Sukiman, tapi waktu itu enggak bicara jumlah ya, kami berdua (dengan Suherlan) bilang pasti ada lah commitment fee. Pak Sukiman enggak menyampaikan tanggapan, tapi mengangguk," kata dia.

Baca juga: Eks Pejabat Dinas PU Pegunungan Arfak Didakwa Suap Anggota DPR Rp 2,65 Miliar dan 22.000 Dollar AS

Dalam kasus ini, Natan Pasomba didakwa menyuap anggota Komisi XI DPR Sukiman sebesar Rp 2,65 miliar dan 22.000 dollar AS.

Menurut jaksa, suap itu dilakukan bersama-sama dengan dua rekanan Dinas PU Pegunungan Arfak bernama Nicolas Tampang Allo dan Sovian Lati Lipu.

Suap itu merupakan commitment fee untuk Sukiman atas pengurusan DAK tambahan yang bersumber dari APBN Perubahan TA 2017 dan DAK yang bersumber dari APBN TA 2018.

 

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dicopot karena Istri Nyinyir soal Wiranto, Bagaimana Masa Depan Peltu YNS?

Dicopot karena Istri Nyinyir soal Wiranto, Bagaimana Masa Depan Peltu YNS?

Nasional
Pengamat: Kepekaan Komunikasi Keluarga Militer di Era Digital Kurang

Pengamat: Kepekaan Komunikasi Keluarga Militer di Era Digital Kurang

Nasional
Sanksi Bagi Prajurit TNI yang Tak Bisa Jaga Jempol Istri Dinilai Beri Efek Jera

Sanksi Bagi Prajurit TNI yang Tak Bisa Jaga Jempol Istri Dinilai Beri Efek Jera

Nasional
Kenangan Wapres Kalla, dari Pidato Tanpa Teks Hingga Ogah Diatur Istri

Kenangan Wapres Kalla, dari Pidato Tanpa Teks Hingga Ogah Diatur Istri

Nasional
Kekecewaan dan Harapan Menteri Yohana atas RUU PKS...

Kekecewaan dan Harapan Menteri Yohana atas RUU PKS...

Nasional
Dosen UGM: Jujur, Saya Malu Punya Anggota Dewan Seperti Hanum Rais

Dosen UGM: Jujur, Saya Malu Punya Anggota Dewan Seperti Hanum Rais

Nasional
Dihukum Gara-gara 'Kicauan' Istri, Peltu YNS Tidak Dipecat dari TNI AU

Dihukum Gara-gara 'Kicauan' Istri, Peltu YNS Tidak Dipecat dari TNI AU

Nasional
Kehangatan Surya Paloh-Prabowo, Jawaban Penolakan Nasdem atas Gerindra

Kehangatan Surya Paloh-Prabowo, Jawaban Penolakan Nasdem atas Gerindra

Nasional
Istri Hujat Wiranto di Medsos, Serda J Dikurung 14 Hari

Istri Hujat Wiranto di Medsos, Serda J Dikurung 14 Hari

Nasional
BEM SI: Senin Ini, Kebetulan Tidak Ada Demonstrasi

BEM SI: Senin Ini, Kebetulan Tidak Ada Demonstrasi

Nasional
Kemensos Gandeng Kemenlu untuk Edukasi Tantangan dan Peluang Masyarakat ASEAN

Kemensos Gandeng Kemenlu untuk Edukasi Tantangan dan Peluang Masyarakat ASEAN

Nasional
KPK Sita Rupiah dan Dollar AS Saat Geledah Rumdin Bupati Lampung Utara

KPK Sita Rupiah dan Dollar AS Saat Geledah Rumdin Bupati Lampung Utara

Nasional
[POPULER NASIONAL] Cerita Kalla Pidato Tanpa Teks | Temuan Potensi Penipuan BPJS Kesehatan

[POPULER NASIONAL] Cerita Kalla Pidato Tanpa Teks | Temuan Potensi Penipuan BPJS Kesehatan

Nasional
Setelah Penusukan Wiranto, Luhut Panjaitan Tak Takut Temui Masyarakat

Setelah Penusukan Wiranto, Luhut Panjaitan Tak Takut Temui Masyarakat

Nasional
[POPULER SEPEKAN] Wiranto Ditusuk di Banten | Sikap Arteria Dahlan ke Emil Salim

[POPULER SEPEKAN] Wiranto Ditusuk di Banten | Sikap Arteria Dahlan ke Emil Salim

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X