Kenangan Megawati, Incognito hingga Mengejar Barang Bung Karno...

Kompas.com - 08/09/2019, 06:55 WIB
Kompas TV Presiden Joko Widodo meresmikan fasilitas produksi dan produk mobil Esemka. Pemerintah yakin produk Esemka bisa bersaing di pasar otomotif dan berharap peresmian pabrik ini akan membawa dampak bagi perekonomian termasuk membuka lapangan pekerjaan baru. Presiden Joko Widodo tak hanya meninjau pabrik pembuatan mobil Esemka yang berada di Boyolali, Jawa Tengah. Pada kesempatan yang sama Presiden Jokowi juga menjajal mobil pikap Esemka dengan mesin 1200 cc yang diberi merek Bima. Presiden Jokowi yakin mobil produksi pertama Esemka ini bisa bersaing dengan mobil tipe sejenis. Selain harganya yang kompetitif kualitas Bima juga cukup baik. Rencananya pada tahap pertama Esemka akan memproduksi kurang lebih sekitar 3.500 unit. Saat ini kandungan lokal pada mobil Esemka Bima mencapai 62%. Prototype mobil ini sudah dimunculkan Esemka Staf Ahli Presiden Diaz Hendropriyono dalam akun isntagramnya juga memperlihatkan Garuda. Bagaimana langkah pemerintah dalam mendukung pengembangan Esemka agar produknya bisa bersiang dan diterima pasar otomotif nasional. Kita berbincang dengan Menteri Perindustrian Ailangga Hartarto. #MobilEsemka #Esemka #AirlanggaHartarto

"Jadi, kalau dibilang mobil kepresidenan, sebenarnya agak salah," ujar Megawati.

Sebab, banyak pula mobil yang digunakan Bung Karno untuk menjalankan aktivitasnya sebagai kepala negara bukan diberikan khusus oleh negara, melainkan miliknya pribadi.

Serupa mobil, demikian pula dengan barang-barang yang berada di Istana Kepresidenan Jakarta.

Baca juga: Ridwan Kamil Akan Konsultasi ke Keluarga Bung Karno soal Monumen di Aljazair

Megawati mengingatkan, Bung Karno dan keluarga saat itu tinggal di Istana Kepresidenan selama 20 tahun lebih. Jadi, banyak barang-barang di dalam Istana yang sebenarnya merupakan kepunyaan dari Bung Karno.

"Hanya saja, ketika Bung Karno tidak jadi (Presiden) lagi, oleh pemerintahan berikutnya tidak ada sebuah serah terima," ujar Megawati.

"Sehingga sampai hari ini, kami sedang mencoba untuk mengkompilasi mana yang artinya barang pribadi (Bung Karno), mana yang kepunyaan pemerintah," lanjut dia.

 

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai Bunuh Istrinya Gara-gara Uang Rp 20.000, Pria Ini Minta Tolong ke Warga

Usai Bunuh Istrinya Gara-gara Uang Rp 20.000, Pria Ini Minta Tolong ke Warga

Nasional
Minta Pembahasan RUU Cipta Kerja Dihentikan, KSPI Bakal Gelar Demo Besar 14 Agustus

Minta Pembahasan RUU Cipta Kerja Dihentikan, KSPI Bakal Gelar Demo Besar 14 Agustus

Nasional
Bantah Hadi Pranoto, Kemenkes: Obat Covid-19 Belum Ditemukan

Bantah Hadi Pranoto, Kemenkes: Obat Covid-19 Belum Ditemukan

Nasional
Satgas Sebut Pengendalian Covid-19 Layaknya Perang Akar Rumput

Satgas Sebut Pengendalian Covid-19 Layaknya Perang Akar Rumput

Nasional
Menurut Satgas, 5 Klaster Ini Jadi Penyumbang Angka Covid-19 Besar di Indonesia

Menurut Satgas, 5 Klaster Ini Jadi Penyumbang Angka Covid-19 Besar di Indonesia

Nasional
Hubungan Prabowo-Jokowi Jadi Alasan Gerindra Dukung Gibran pada Pilkada Solo

Hubungan Prabowo-Jokowi Jadi Alasan Gerindra Dukung Gibran pada Pilkada Solo

Nasional
Atasi Kendala Belajar Daring, Guru di Jateng Aplikasikan 'Jogo Siswa' dengan Temui Murid

Atasi Kendala Belajar Daring, Guru di Jateng Aplikasikan "Jogo Siswa" dengan Temui Murid

Nasional
Jaksa KPK Tolak Wahyu Setiawan Sebagai Justice Collaborator

Jaksa KPK Tolak Wahyu Setiawan Sebagai Justice Collaborator

Nasional
UPDATE 3 Agustus: Total 1.552.141 Spesimen Diperiksa terkait Covid-19

UPDATE 3 Agustus: Total 1.552.141 Spesimen Diperiksa terkait Covid-19

Nasional
Kasus Harun Masiku, Agustiani Tio Fridelina Dituntut 4,5 Tahun Penjara

Kasus Harun Masiku, Agustiani Tio Fridelina Dituntut 4,5 Tahun Penjara

Nasional
Sebaran Kasus Covid-19 di Indonesia 3 Agustus: Jatim Tertinggi

Sebaran Kasus Covid-19 di Indonesia 3 Agustus: Jatim Tertinggi

Nasional
Mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan Dituntut 8 Tahun Penjara

Mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan Dituntut 8 Tahun Penjara

Nasional
UPDATE 3 Agustus: Kasus Suspek Covid-19 Capai 77.572 Orang

UPDATE 3 Agustus: Kasus Suspek Covid-19 Capai 77.572 Orang

Nasional
Berkaca Sejarah Pandemi Flu 1918, Kebijakan Tegas soal Covid-19 Dinilai Perlu Ada

Berkaca Sejarah Pandemi Flu 1918, Kebijakan Tegas soal Covid-19 Dinilai Perlu Ada

Nasional
Denny Indrayana: Sore Ini Kami ke Demokrat, Mudah-mudahan Dapat Dukungan

Denny Indrayana: Sore Ini Kami ke Demokrat, Mudah-mudahan Dapat Dukungan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X