Agung Laksono Sebut Airlangga Calon Ketum Golkar yang Layak Dicapreskan

Kompas.com - 07/09/2019, 06:18 WIB
Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (15/7/2019) KOMPAS.com/HaryantipuspasariKetua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (15/7/2019)
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Airlangga Hartarto menilai sosok calon Ketua Umum Golkar pada Musyawarah Nasional (Munas) nanti yang layak diusung sebagai capres pada Pilpres 2024.

Agung mengingatkan kader Golkar untuk memilih calon ketua umum yang memiliki elektabilitas tinggi sebagai capres atau cawapres.

Sebab, pada Pemilu 2024, semua partai akan mencalonkan kadernya sebagai capres atau cawapres. Ia melihat sosok tersebut ada pada sosok Airlangga.

Baca juga: Akbar Tandjung: Airlangga Cukup Berhasil Jaga Golkar di 2 Besar

"

Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono di Kampus IPDN Cilandak Timur, Jakarta Selatan, Selasa (23/7/2019).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono di Kampus IPDN Cilandak Timur, Jakarta Selatan, Selasa (23/7/2019).
Kalau dari calon-calon yang ada yang muncul, selain Pak Airlangga. Kan ada beberapa calon. Yang eligible hanya beliau (Airlangga). Kalau menurut pandangan kami ya," ujar Agung di kediamannya, di Jalan Cipinang Cempedak, Jakarta, Jumat (6/9/2019).

Ia menilai Airlangga memiliki kapasitas yang mumpuni sebagai capres atau cawapres di Pemilu 2024 lantaran memiliki pengalaman di legislatif dan eksekutif.

Selain itu, sebagai petahana ketua umum, ia dinilai memiliki peluang lebih besar daripada kader lainnya untuk menjadi capres atau cawapres.

Agung menambahkan akan berakibat fatal bagi Golkar jika tak menyiapkan sosok capres atau cawapres sejak awal.

Baca juga: Sejumlah Pengurus DPP Golkar Sampaikan Mosi Tak Percaya kepada Airlangga

Sebab, kesempatan itu akan dimanfaatkan oleh partai lain yang akan menyiapkan kadernya sebagai capres atau cawapres.

"Kita harus memanfaatkan momentum. Ini kan momentum. Dimana partai-partai di tahun 2024, itu punya peluang yang besar untuk mengusung capresnya apabila memenuhi persyaratan ya, dari kadernya sendiri. Ini juga menjadi cita-cita Partai Golkar sejak tahun 2004," ujar Agung.

"Kebetulan menjelang pemilihan ketua umum di Munas Desember nanti, ya sekaligus satu paket. Paling tidak kita punya argumentasi atau punya konsideran mengapa memilih calon ini yang sekaligus dipertimbangkan untuk bisa eligible dimungkinkan sebagai calon presiden 2024," lanjut dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menkumham Sebut Pemerintah Akan Bangun Tiga Lapas Khusus Teroris di Nusakambangan

Menkumham Sebut Pemerintah Akan Bangun Tiga Lapas Khusus Teroris di Nusakambangan

Nasional
Berembus Isu 'Reshuffle' akibat Penggabungan Kemenristek dan Kemendikbud, Sekjen PDI-P: Serahkan ke Presiden

Berembus Isu "Reshuffle" akibat Penggabungan Kemenristek dan Kemendikbud, Sekjen PDI-P: Serahkan ke Presiden

Nasional
Sekjen PDI-P Ungkap Pertemuan Jokowi dan Megawati Pekan Lalu, Ini yang Dibahas

Sekjen PDI-P Ungkap Pertemuan Jokowi dan Megawati Pekan Lalu, Ini yang Dibahas

Nasional
UPDATE Gempa Malang: 7 Orang Meninggal Dunia, 2 Luka Berat

UPDATE Gempa Malang: 7 Orang Meninggal Dunia, 2 Luka Berat

Nasional
Berdasarkan Data BNPB, Ada 174 Korban Jiwa akibat Banjir di NTT, 48 Orang Masih Hilang

Berdasarkan Data BNPB, Ada 174 Korban Jiwa akibat Banjir di NTT, 48 Orang Masih Hilang

Nasional
Menhan Prabowo Bentuk Detasemen Kawal Khusus untuk Tamu Militer Kemenhan

Menhan Prabowo Bentuk Detasemen Kawal Khusus untuk Tamu Militer Kemenhan

Nasional
Dibiayai APBN, Satgas BLBI akan Laporkan Hasil Kerja ke Menkeu dan Presiden

Dibiayai APBN, Satgas BLBI akan Laporkan Hasil Kerja ke Menkeu dan Presiden

Nasional
Survei IPO: AHY Ungguli Prabowo sebagai Tokoh Potensial di Pilpres 2024

Survei IPO: AHY Ungguli Prabowo sebagai Tokoh Potensial di Pilpres 2024

Nasional
Satgas BLBI Bertugas Hingga 2023, Ini Susunan Organisasinya

Satgas BLBI Bertugas Hingga 2023, Ini Susunan Organisasinya

Nasional
Jokowi Teken Keppres Nomor 6/2021, Tegaskan Pembentukan Satgas BLBI

Jokowi Teken Keppres Nomor 6/2021, Tegaskan Pembentukan Satgas BLBI

Nasional
PDI-P Apresiasi Dukungan DPR atas Peleburan Kemenristek dan Kemendikbud

PDI-P Apresiasi Dukungan DPR atas Peleburan Kemenristek dan Kemendikbud

Nasional
Kemenag Bantah Informasi Soal Vaksin Sinovac yang Tak Bisa Digunakan Sebagai Syarat Umrah

Kemenag Bantah Informasi Soal Vaksin Sinovac yang Tak Bisa Digunakan Sebagai Syarat Umrah

Nasional
UPDATE 10 April: 5.041.654 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 9.927.110 Dosis Pertama

UPDATE 10 April: 5.041.654 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 9.927.110 Dosis Pertama

Nasional
UPDATE 10 April: Ada 59.139 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 10 April: Ada 59.139 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 10 April: 64.091 Spesimen Terkait Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

UPDATE 10 April: 64.091 Spesimen Terkait Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X