Pulang dari Kunker, Jokowi Langsung Pimpin Rapat Bahas Papua

Kompas.com - 30/08/2019, 19:40 WIB
Presiden Joko Widodo langsung memimpin rapat terbatas terkait masalah Papua usai pulang dari kunjungan kerja di Jawa Tengah, Jumat (30/8/2019) petang. KOMPAS.com/IhsanuddinPresiden Joko Widodo langsung memimpin rapat terbatas terkait masalah Papua usai pulang dari kunjungan kerja di Jawa Tengah, Jumat (30/8/2019) petang.
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo langsung memimpin rapat terbatas terkait masalah Papua seusai pulang dari kunjungan kerja di Jawa Tengah, Jumat (30/8/2019) malam.

Begitu mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma pukul 18.40 WIB, Jokowi langsung menuju Istana Merdeka untuk menggelar rapat. Pukul 19.24 WIB rapat terbatas dimulai.

Hadir Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, Kepala BIN Budi Gunawan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Baca juga: Pemerintah Didesak Tarik TNI-Polri dari Papua

"Rapat terbatas kita bahas mengenai penanganan di Papua dan saya berharap disampaikan jaga keamanan dan jaga ketertiban. Ada aturan keamanan, tindak tegas yang melanggar hukum," kata Jokowi saat membuka ratas.

Setelah Jokowi menyampaikan kalimat pembuka, rapat lalu digelar secara tertutup dari awak media. Hingga berita ini diturunkan, rapat masih berlangsung.

Saat berada di Purworejo, Kamis (29/8/2019), Presiden mengatakan akan mengevaluasi pendekatan yang sudah dilakukan pemerintah selama hampir dua pekan terakhir di tanah Papua.

Evaluasi ini tak hanya terkait pendekatan keamanan, tapi juga evaluasi secara menyeluruh.

"Semuanya akan kami evaluasi," kata Jokowi sebagaimana disiarkan langsung di akun YouTube Sekretariat Presiden.

Baca juga: Pemerintah Diminta Hentikan Pendekatan Kekerasan Tangani Gejolak Papua

Gejolak dan kerusuhan di wilayah Papua yang belakangan terjadi adalah buntut tindakan rasisme yang dilakukan sekelompok orang terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, 17 Agustus.

Setelah kerusuhan pertama pecah di sejumlah daerah di Papua, pemerintah menambah jumlah pasukan yang diterjunkan ke Papua. Selain itu pemerintah juga memblokir akses internet dengan alasan mencegah hoaks meluas.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tim Kajian UU ITE: Merevisi Tak Harus Buang Pasal, Hanya Pengaturannya Diperjelas

Tim Kajian UU ITE: Merevisi Tak Harus Buang Pasal, Hanya Pengaturannya Diperjelas

Nasional
Wapres Minta Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan Selagi Tunggu Vaksinasi Covid-19

Wapres Minta Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan Selagi Tunggu Vaksinasi Covid-19

Nasional
Anak-anak Dapat Efek Terburuk dan Terpanjang Selama Pandemi Covid-19

Anak-anak Dapat Efek Terburuk dan Terpanjang Selama Pandemi Covid-19

Nasional
UPDATE 25 Februari: Ada 77.293 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

UPDATE 25 Februari: Ada 77.293 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 25 Februari: 69.544 Spesimen Diperiksa dalam Sehari

UPDATE 25 Februari: 69.544 Spesimen Diperiksa dalam Sehari

Nasional
Polri Tolak Laporan soal Kunjungan Jokowi ke NTT yang Picu Kerumunan

Polri Tolak Laporan soal Kunjungan Jokowi ke NTT yang Picu Kerumunan

Nasional
Muhaimin Iskandar Sebut Kontribusi Masyarakat Adat Nyata, Pengesahan UU Harus Diperjuangkan

Muhaimin Iskandar Sebut Kontribusi Masyarakat Adat Nyata, Pengesahan UU Harus Diperjuangkan

Nasional
UPDATE 25 Februari: 157.705 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 25 Februari: 157.705 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE: 35.518 Kasus Kematian akibat Covid-19 di Indonesia

UPDATE: 35.518 Kasus Kematian akibat Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 25 Februari: 853.745 Tenaga Kesehatan Sudah Divaksinasi Dosis Kedua, 1.461.920 Dosis Pertama

UPDATE 25 Februari: 853.745 Tenaga Kesehatan Sudah Divaksinasi Dosis Kedua, 1.461.920 Dosis Pertama

Nasional
ICJR Minta Vaksinasi Covid-19 Diprioritaskan di Lapas dan Rutan Padat

ICJR Minta Vaksinasi Covid-19 Diprioritaskan di Lapas dan Rutan Padat

Nasional
UPDATE 25 Februari: Tambah 8.686 Orang, Pasien Sembuh dari Covid-19 Capai 1.121.411

UPDATE 25 Februari: Tambah 8.686 Orang, Pasien Sembuh dari Covid-19 Capai 1.121.411

Nasional
KSPI: Aturan Turunan UU Cipta Kerja Bentuk Perbudakan Modern

KSPI: Aturan Turunan UU Cipta Kerja Bentuk Perbudakan Modern

Nasional
Kompolnas Minta Polri Cek Kesehatan Jasmani-Rohani Anggota yang Pegang Senjata Api

Kompolnas Minta Polri Cek Kesehatan Jasmani-Rohani Anggota yang Pegang Senjata Api

Nasional
UPDATE: Tambah 8.493, Kini Ada 1.314.634 Kasus Covid-19 di Indonesia

UPDATE: Tambah 8.493, Kini Ada 1.314.634 Kasus Covid-19 di Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X