Capim KPK Johanis Tanak Sebut Ketentuan Penyadapan Jadi Pelemahan KPK

Kompas.com - 28/08/2019, 17:02 WIB
Salah satu capim KPK Johanis Tanak saat menjalani tes seleksi wawancara dan uji publik di Kementerian Sekretariat Negara, Rabu (28/8/2019). KOMPAS.com/Deti Mega PurnamasariSalah satu capim KPK Johanis Tanak saat menjalani tes seleksi wawancara dan uji publik di Kementerian Sekretariat Negara, Rabu (28/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Johanis Tanak menyebut bahwa jenis pelemahan yang terjadi kepada KPK salah satunya adalah soal penyadapan.

Hal tersebut disampaikan Tanak menjawab pertanyaan salah satu panitia seleksi (pansel) capim KPK, yakni Mualimin Abdi dalam seleksi wawancara dan uji publik yang digelar di Kementerian Sekretariat Negara, Rabu (28/8/2019).

Semula, Mualimin menanyakan tentang bagaimana langkah konkret soal pernyataan yang menyebutkan tentang pelemahan KPK.

Baca juga: Capim KPK Lili Pintauli: Lindungi Pimpinan dan Pegawai, Perlu Kerja Sama dengan LPSK


Menjawabnya, Tanak mengatakan bahwa sedianya KPK harus menjadi penggerak untuk memberantas tindak pidana korupsi yang merajalela.

"Kita melihat lembaga yang menangani penyidikan, penyelidikan adalah lembaga yang bernaung di bawah Presiden sebagai lembaga eksekutif sehingga apapun alasannya itu sangat mempengaruhi keberpihakan pemerintah," terang dia.

"Apa jenis pelemahan itu?" lanjut Mualimin.

"Penyadapan. Masyarakat menghendaki penyadapan dilakukan tanpa izin pengadilan, tapi para pejabat-pejabat publik ingin supaya itu tidak dilakukan karena dipandang akan menghambat kegiatan mereka," terang Tanak.

Baca juga: Fadli Zon Minta Jokowi Beri Pandangan Terkait Pemilihan Capim KPK

Adapun Johanis Tanak merupakan capim KPK yang berasal dari Kejaksaan Agung dan menjabat sebagai Direktur Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung.

Dalam proses seleksi capim KPK menyisakan satu hari lagi, yakni Kamis (29/8/2019).

Hari ini, ada 7 orang lagi yang mengikuti tahapan wawancara dan uji publik.

Mereka adalah Johanis Tanak, Lili Pintauli Siregar, Luthfi Jayadi Kurniawan, M. Jasman Panjaitan, Nawawi Pomolango, Neneng Euis Fatimah, dan Nurul Ghufron.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X