Kompas.com - 27/08/2019, 15:08 WIB
Cahyo R.E Wibowo saat mengikuti seleksi wawancara capim KPK di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Selasa (27/8/2019). KOMPAS.com/Deti Mega PurnamasariCahyo R.E Wibowo saat mengikuti seleksi wawancara capim KPK di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Selasa (27/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon pimpinan KPK Cahyo R. E Wibowo mengklarifikasi alasan mengapa ia tidak menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Negara (LHKPN).

Klarifikasi tersebut disampaikan Cahyo yang merupakan karyawan BUMN itu pada saat wawancara dan uji publik oleh Pansel capim KPK di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Awalnya, topik LHKPN itu menjadi pertanyaan anggota Pansel Diani Sadia Wati.

"Tercatat, Bapak lima kali tidak menyampaikan LHKPN. Ada harta tidak bergerak atas nama pasangan yang tidak dilaporkan. Berkaitan dengan swasta, internal editor. Bagaimana memahami KPK?" tanya Diani.

Baca juga: Antam Novambar: KPK Tidak Berhasil...

Cahyo pun mengakui, ada dua tahun di mana ia absen melaporkan LHKPN kepada KPK. Tepatnya pada tahun 2015 dan 2018.

Namun, ia menampik hal itu disebabkan karena ia tak patuh terhadap peraturan perundangan-undangan.

"Kami tidak wajib melaporkan LHKPN, sesuai keputusan direksi Bank Mandiri yang wajib adalah pejabat eksekutif," ujar Cahyo.

Ia juga berdalih, di perusahaan BUMN tempatnya bekerja, memiliki aturan internal sendiri berkaitan dengan pelaporan LHKPN.

Baca juga: Alexander Ungkap Konflik Antara Penyidik Polri dan Independen di KPK

Meski demikian, BUMN itu tetap berkoordinasi dengan KPK.

"Ada aturan internal dan apabila tidak melaporkan, bisa kena sanksi. Ada unit yang sampaikan ke KPK terkait siapa-siapa yang wajib laporkan. Kalau tidak laporkan, kena sanksi," pungkas dia.

Wawancara dan uji publik ini sendiri dilaksanakan selama tiga hari, yakni dari tanggal 27 hingga 29 Agustus 2019.

Sebanyak 20 orang capim KPK yang lolos seleksi profile assessment melanjutkan tahap seleksi ke tes kesehatan pada Senin (26/8/2019) dan dilanjutkan dengan tahapan ini.

Nantinya dari 20 orang tersebut akan terpilih 10 orang yang diserahkan kepada Presiden Joko Widodo. 

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Khawatir Kasus Covid-19 Melonjak, Menkes: Masyarakat Sudah Euforia, Tidak Waspada

Khawatir Kasus Covid-19 Melonjak, Menkes: Masyarakat Sudah Euforia, Tidak Waspada

Nasional
UPDATE Bencana di NTT: Korban Hilang Bertambah Satu Orang, Total 48

UPDATE Bencana di NTT: Korban Hilang Bertambah Satu Orang, Total 48

Nasional
Menlu Iran Kunjungi Indonesia Senin Besok, Bertemu Jokowi hingga Menlu Retno

Menlu Iran Kunjungi Indonesia Senin Besok, Bertemu Jokowi hingga Menlu Retno

Nasional
Jozeph Paul Zhang Diduga Tak di Indonesia, Polri Libatkan Interpol

Jozeph Paul Zhang Diduga Tak di Indonesia, Polri Libatkan Interpol

Nasional
Partisipasi Lansia dalam Vaksinasi Covid-19 Turun, Jauh di Bawah Pelayan Publik

Partisipasi Lansia dalam Vaksinasi Covid-19 Turun, Jauh di Bawah Pelayan Publik

Nasional
Survei LSI: 47,2 Persen PNS Sebut Bagian Pengadaan Paling Sering Terjadi Korupsi

Survei LSI: 47,2 Persen PNS Sebut Bagian Pengadaan Paling Sering Terjadi Korupsi

Nasional
Sebaran 4.585 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dengan 950 Kasus

Sebaran 4.585 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dengan 950 Kasus

Nasional
UPDATE 18 April: 5.900.242 Orang Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 18 April: 5.900.242 Orang Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
UPDATE 18 April: Ada 105.859 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 18 April: Ada 105.859 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 18 April: Pemerintah Periksa 38.619 Spesimen dalam Sehari, Total 13.815.429

UPDATE 18 April: Pemerintah Periksa 38.619 Spesimen dalam Sehari, Total 13.815.429

Nasional
UPDATE 18 April: Ada 61.694 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 18 April: Ada 61.694 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 18 April: Bertambah 96, Kasus Kematian akibat Covid-19 Kini 43.424

UPDATE 18 April: Bertambah 96, Kasus Kematian akibat Covid-19 Kini 43.424

Nasional
UPDATE 18 April: Bertambah 4.873, Pasien Sembuh dari Covid-19 Mencapai 1.455.065

UPDATE 18 April: Bertambah 4.873, Pasien Sembuh dari Covid-19 Mencapai 1.455.065

Nasional
UPDATE: Bertambah 4.585, Kasus Covid-19 di Indonesia Kini 1.604.348

UPDATE: Bertambah 4.585, Kasus Covid-19 di Indonesia Kini 1.604.348

Nasional
ICW: Tren Penindakan Kasus Korupsi Periode 2015-2020 Cenderung Turun

ICW: Tren Penindakan Kasus Korupsi Periode 2015-2020 Cenderung Turun

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X