Jejak Kunjungan Jokowi ke Kalimantan Sebelum Umumkan Ibu Kota Baru...

Kompas.com - 26/08/2019, 11:07 WIB
Presiden Joko Widodo meninjau kawasan Bukit Soeharto di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang menjadi salah satu lokasi calon Ibu Kota baru, Selasa (7/5/2019). Biro pers setpresPresiden Joko Widodo meninjau kawasan Bukit Soeharto di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang menjadi salah satu lokasi calon Ibu Kota baru, Selasa (7/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo memilih Pulau Kalimantan sebagai lokasi ibu kota baru Indonesia.

Presiden telah beberapa kali mengunjungi sejumlah tempat di Kalimantan yang disebut-sebut sebagai calon lokasi ibu kota.

Setidaknya ada tiga lokasi yang selama ini digadang-gadang, yaitu Bukit Soeharto di Kalimantan Timur, Kawasan Segitiga Kalimantan Tengah, dan kawasan yang berada di Palangkaraya.

Baca juga: Link Live Streaming Pengumuman Lokasi Ibu Kota Baru oleh Presiden Jokowi

Menurut Jokowi, ketiga tempat tersebut sudah melalui kajian oleh pemerintah selama 1,5 tahun.

"Kita serius dalam hal ini karena sejak tiga tahun lalu sebetulnya ini telah kita bahas internal. Kemudian 1,5 tahun yang lalu kami minta Bappenas untuk melakukan kajian-kajian yang lebih detail, baik dari sisi ekonomi, sosial-politik, maupun dari sisi lingkungan," ujar Presiden di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/5/2019).

Jokowi menambahkan, dengan adanya ibu kota baru, pusat pemerintahan akan terpisah dengan pusat ekonomi, bisnis, perdagangan, dan jasa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Tiga Prediksi Lokasi Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur

Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) pun telah menyelesaikan seluruh kajian terkait pemindahan ibu kota ke Kalimantan.

Dua kajian terakhir sudah diserahkan kepada Jokowi oleh Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Jumat (23/8/2019) sore.

Dua kajian yang baru selesai itu terkait struktur tanah dan dampak ekonomi dari pembangunan ibu kota baru.

Bulan ini pula, Jokowi akan mengumumkan ibu kota baru Indonesia di Kalimantan.

Baca juga: Jokowi Umumkan Lokasi Ibu Kota Baru Senin Siang Ini

Jokowi mengunjungi Kalimantan pada 5 Mei 2019. Kunjungan tersebut merupakan kunjungan pertama setelah pemerintah memantapkan hati untuk memindahkan ibu kota.

1. Bukit Soeharto

Lokasi pertama yang dikunjungi Jokowi adalah Bukit Soeharto di Semboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Jokowi menilai, kondisi infrastruktur di Kalimantan Timur mendukung pemindahan ibu kota negara meski masih perlu kajian dari aspek lain.

Jokowi menjelaskan, di Kaltim sudah ada infrastruktur berupa bandara internasional, pelabuhan laut, dan tol.

Baca juga: Ibu Kota Baru, Ada Jembatan Terpanjang di Indonesia Melintas Laut

Kawasan Bukit Soeharto jika menelusuri melalui Google Mapsrepro bidik layar Google Maps Kawasan Bukit Soeharto jika menelusuri melalui Google Maps

Artinya, ketersediaan infrastruktur ini akan menghemat banyak biaya.

“Kebetulan, ini berada di tengah-tengah jalan tol Samarinda-Balikpapan. Kemudian kalau kita lihat di Balikpapan ada airport, Samarinda juga ada airport. Sudah enggak buat airport lagi. Pelabuhan juga sudah ada,” kata Jokowi.

Kawasan yang juga dikenal dengan nama Taman Hutan Raya Bukit Soeharto di Kalimantan Timur ini memiliki luas 61.850 hektar.

Baca juga: Bantah Emil Salim, Pengamat Transportasi: Ibu Kota Baru Tingkatkan Produktivitas ASN

Lokasi taman hutan rakyat ini berada di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara.

Kawasan ini terdiri dari kawasan hutan lindung dan kawasan safari dengan luas 19.865 hektar, taman wisata 4.400 hektar, hutan pendidikan 1.500 hektar, Hutan Penelitian Pusat Rehabilitasi Hutan Tropis Unmul 22.183 hektar, Wanariset Samboja 3,504 hektar, dan area perkemahan Pramuka 2.700 hektar.

Baca juga: Dukung Ibu Kota Baru di Kalimantan, Ini Kesiapan Telkomsel

Lokasinya bisa ditempuh dalam waktu 1,5 jam dari Samarinda atau 45 menit dari Balikpapan dengan jalan darat.

Selain itu, daerah ini juga diperuntukkan sebagai etalase hutan tropis basah di Kaltim, penyeimbang iklim makro, serta daerah resapan air.

2. Gunung Mas, Kalteng

Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Kapuas pada 2002.

Daerah ini merupakan kawasan tertinggal yang jauh dari kota. Meski demikian, sarana berupa jalan telah dibangun Kementerian PUPR.

Baca juga: Pindah Ibu Kota, Mobil Murah Bakal Tetap Mendominasi

Kabupaten yang ibu kotanya bernama Kuala Kurun itu memiliki luas sekitar 10.804 kilometer persegi dan saat ini dihuni 109.947 jiwa.

Jokowi mengatakan bahwa Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah, paling siap untuk dijadikan ibu kota baru jika dilihat dari sisi keluasan wilayah.

“Mau minta 300.000 hektar siap di sini, kurang masih tambah lagi juga siap,” kata Jokowi kepada wartawan saat meninjau lokasi di Kelurahan Tumbang Talaken, Kecamatan Manuhingdi, Kabupaten Gunung Mas, Rabu (8/5/2019).

Baca juga: Kemendagri Sarankan Pemindahan Ibu Kota ke Daerah Tanpa Pilkada

Wilayah ini tergolong dataran tinggi yang berpotensi untuk dijadikan daerah perkebunan.

Daerah ini berada di ketinggian sekitar 100 hingga 500 meter di atas permukaan air laut.

3. Kawasan Segitiga Kalteng

Jokowi dan rombongan juga meninjau titik lokasi berbentuk segitiga di antara Kota Palangkaraya, Kabupaten Katingan, dan Kabupaten Gunung Mas, pada 8 Mei 2019.

Lokasi yang dimaksud sudah lama disiapkan oleh Pemprov Kalteng melalui kota dan kabupaten, dengan status lahan hutan dengan kontur datar.

Lokasi ini bisa ditempuh sekitar tiga jam melalui jalan darat.

Baca juga: Pemindahan Ibu Kota Diusulkan ke Wilayah Indonesia Timur

Menurut Jokowi, dari sisi luas, wilayah inilah yang memang paling siap dibandingkan alternatif pertama dan kedua.

Dibandingkan dua daerah sebelumnya, kawasan ini pun memiliki keunggulan dari sisi kebencanaan dan ketersediaan lahan yang sangat luas.

Pemprov Kalimantan Tengah pun mengaku telah menyiapkan lebih dari 300.000 hektar lahan untuk lokasi ibu kota baru walau belum juga ada kepastian.

Kompas TV Rencana pemindahan Ibu Kota Negara juga masih menjadi sorotan kompas siang dari ketua MPR Zulkifli Hasan menyebut pemindahan Ibu kota adalah hal yang wajar asal persiapan dan risetnya matang. Ketua MPR mengatakan pemindahan Ibu Kota adalah hal yang biasa sejumlah negara lain pun melakukannya, namun saat ini menurut Zulkifli Hasan pembahasan pemindahan Ibu Kota sebaiknya ditunda sejenak karena ada permasalahan di Papua. #ZulkifliHasan #Ibukota #MPR
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Varian Corona Bostwana, Ini 2 Langkah Pemerintah Batasi Pelaku Perjalanan Asing

Cegah Varian Corona Bostwana, Ini 2 Langkah Pemerintah Batasi Pelaku Perjalanan Asing

Nasional
KSAD Minta Prajuritnya Rangkul KKB, Anggota DPR: Ini Pendekatan Humanis

KSAD Minta Prajuritnya Rangkul KKB, Anggota DPR: Ini Pendekatan Humanis

Nasional
Peringati HMPI, BRGM Gencarkan Penanaman Mangrove

Peringati HMPI, BRGM Gencarkan Penanaman Mangrove

Nasional
Cegah Varian Baru Covid-19, Pemerintah Tangguhkan Pemberian Visa untuk WN Afrika Selatan hingga Nigeria

Cegah Varian Baru Covid-19, Pemerintah Tangguhkan Pemberian Visa untuk WN Afrika Selatan hingga Nigeria

Nasional
Bambang Soesatyo Persilakan KPK Lacak Aliran Dana Terkait Formula E

Bambang Soesatyo Persilakan KPK Lacak Aliran Dana Terkait Formula E

Nasional
Anggota DPR: Postur Pertahanan TNI di Papua Masih Kurang 3.000 Prajurit

Anggota DPR: Postur Pertahanan TNI di Papua Masih Kurang 3.000 Prajurit

Nasional
Imigrasi Tolak Masuk WNA yang Kunjungi Afrika Bagian Selatan dalam 14 Hari Terakhir

Imigrasi Tolak Masuk WNA yang Kunjungi Afrika Bagian Selatan dalam 14 Hari Terakhir

Nasional
Bambang Soesatyo: Kalau Formula E Sukses yang Namanya Bagus Siapa?

Bambang Soesatyo: Kalau Formula E Sukses yang Namanya Bagus Siapa?

Nasional
Selamat dari Kecelakaan saat Reli di Meikarta, Bamsoet Puji Keahlian Sean Gelael

Selamat dari Kecelakaan saat Reli di Meikarta, Bamsoet Puji Keahlian Sean Gelael

Nasional
Formula E Diusut KPK, Bambang Soesatyo: Pidana dan Olahraga Harus Dipisah

Formula E Diusut KPK, Bambang Soesatyo: Pidana dan Olahraga Harus Dipisah

Nasional
Kunjungi Jambi, Muhadjir Pastikan Keluarga Miskin Bakal Dapat Bansos

Kunjungi Jambi, Muhadjir Pastikan Keluarga Miskin Bakal Dapat Bansos

Nasional
BKN Ingatkan soal Sanksi bagi ASN yang Nekat Cuti dan ke Luar Kota Saat Libur Natal-Tahun Baru

BKN Ingatkan soal Sanksi bagi ASN yang Nekat Cuti dan ke Luar Kota Saat Libur Natal-Tahun Baru

Nasional
Kepala BKN: ASN Wajib Batalkan Cuti Saat Libur Natal-Tahun Baru

Kepala BKN: ASN Wajib Batalkan Cuti Saat Libur Natal-Tahun Baru

Nasional
2.233 Atlet Ikuti Kompetisi Perairan KSAL Cup 2021

2.233 Atlet Ikuti Kompetisi Perairan KSAL Cup 2021

Nasional
Menanti Langkah Konkret Jaksa Agung soal Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat

Menanti Langkah Konkret Jaksa Agung soal Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.