Kampanye Pemilu 2019 Ramai Hoaks, KPU Diminta Detailkan Aturan

Kompas.com - 23/08/2019, 10:45 WIB
Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini, saat ditemui di Gado Gado Boplo, Jakarta Pusat, Minggu (14/4/2019). KOMPAS.com/Devina HalimDirektur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini, saat ditemui di Gado Gado Boplo, Jakarta Pusat, Minggu (14/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi ( Perludem) menyebut, media sosial menjadi platform yang banyak digunakan peserta pemilu 2019 untuk berkampanye.

Namun sayangnya, kampanye pemilu di media sosial kerap kali diwarnai hoaks, fitnah hingga ujaran kebencian.

"Konten kampanye yang positif dan bermanfaat kalah dengan konten kampanye jahat di media sosial," kata Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini di Gedung KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/8/2019).

Baca juga: INFOGRAFIK: Kenali 4 Ciri Hoaks, Apa Saja?


Banyaknya hoaks, fitnah dan ujaran kebencian di media sosial ini, menurut Perludem, berujung pada menguatnya politik identitas.

Oleh karenanya, Perludem menilai, perlu ada upaya dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara pemilu untuk melakukan pengaturan.

"Penyelenggara pemilu perIu memiliki definisi ataupun konsep mengenai kampanye dan media sosial sehingga pengawasan kampanye di media sosial menjadi Iebih efektif," ujar Titi.

Selain itu, KPU juga diminta memangkas durasi kampanye Pemilu, supaya tidak terus-menerus digunakan untuk menyebarkan kampanye hitam atau berita bohong. Apalagi, durasi kampanye yang terlalu panjang cenderung membuat masyarakat menjadi jenuh.

Baca juga: Pilpres 2024 Diprediksi Tetap Diramaikan Hoaks

Publik pun perlu diberikan literasi tentang penggunaan media sosial supaya bisa menyaring mana berita yang benar dan mana berita bohong.

Hal ini, menurut Perludem, membutuhkan peran pihak-pihak terkait, tidak hanya dari penyelenggara pemilu.

"Platform media sosial perlu dilibatkan untuk menurunkan konten-konten negatif dalam media sosial," kata Titi.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X