Soal Pin Emas Anggota DPRD DKI, Mendagri Bilang "Urgensinya Apa?"

Kompas.com - 22/08/2019, 18:09 WIB
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo  di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi Jakarta, Kamis (22/8/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DMenteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi Jakarta, Kamis (22/8/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mempertanyakan urgensi pemberian pin berbahan emas kepada 106 anggota DPRD DKI Jakarta terpilih periode 2019-2024.

Ia pun mempersilakan masyarakat untuk menilai sendiri wacana tersebut.

"Saya pikir urgensinya tuh apa harus menggunakan emas?" ujar Tjahjo di Gedung KPK, Kamis (22/8/2019).

Baca juga: Pro Kontra Pin Emas Anggota DPRD DKI, Ada yang Ingin Jual hingga Anggap Tradisi


Kendati demikian, menurut dia, Kemendagri tak akan mencampuri rencana itu. Ia menyebut, tidak ada aturan yang melarang wacana tersebut.

Sebab, menurut Tjahjo, hal itu merupakan hak dari setiap daerah karena pengadaannya pun dianggarkan melalui anggaran daerah.

"Itu tidak ada aturan kok, dari Kemendagri tidak bisa ikut campur, tergantung perda setempat, tergantung juga dianggarkan atau belum oleh APBD daerah," kata Tjahjo. 

Sebanyak 106 anggota DPRD DKI Jakarta terpilih periode 2019-2024 akan mendapatkan pin emas 24 karat seberat 5 gram dan 7 gram.

Baca juga: Sekwan Persilakan Anggota DPRD DKI yang Tolak atau Mau Jual Pin Emas

Keterangan dari situs web apbd.jakarta.go.id menyebutkan, 1 gram emas 24 karat seharga Rp 761.000.

Jika dikalikan, harga 1 pin emas seberat 5 gram Rp 3,8 juta, sedangkan harga 1 pin emas seberat 7 gram yakni Rp 5,3 juta.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X