Jokowi: Jangan Sampai Birokrasi di Perguruan Tinggi Semakin Ruwet

Kompas.com - 22/08/2019, 10:37 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan terkait kerusuhan di Manokwari dan Sorong di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (19/8/2019). Presiden  meminta masyarakat Papua untuk memaafkan pihak-pihak yang telah membuat mereka tersinggung hingga terjadi aksi demonstrasi yang berakhir rusuh serta meminta masyarakat Papua untuk percaya kepada pemerintah dalam menjaga kehormatan dan kesejahteraan masyarakat di Papua dan Papua Barat. ANTARA FOTO/Setpres-Kris/wpa/foc. ANTARA FOTO/Kris_SetpresPresiden Joko Widodo memberikan keterangan terkait kerusuhan di Manokwari dan Sorong di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (19/8/2019). Presiden meminta masyarakat Papua untuk memaafkan pihak-pihak yang telah membuat mereka tersinggung hingga terjadi aksi demonstrasi yang berakhir rusuh serta meminta masyarakat Papua untuk percaya kepada pemerintah dalam menjaga kehormatan dan kesejahteraan masyarakat di Papua dan Papua Barat. ANTARA FOTO/Setpres-Kris/wpa/foc.
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meminta birokrasi di perguruan tinggi dibuat sederhana dan tidak lagi ruwet dalam merespons era disrupsi.

"Perguruan tinggi, universitas, harus berpikir mengenai merespons era disrupsi ini sehingga jangan sampai justru birokrasinya di perguuan tinggj semakin ruwet," kata Jokowi dalam tayangan "Satu Meja The Forum" di Kompas TV, Rabu (21/8/2019).

"Birokrasi di universitas semakin ruwet, ini yang harus dirombak," ujar dia.

Jokowi mengatakan, birokrasi peguruan tinggi yang lebih sederhana merupakan awal dalam merespons disrupsi dan perubahan global yang sedang terjadi.


Baca juga: Moeldoko: Rektor Asing Akan Dimulai dari Perguruan Tinggi Swasta

Kepala Negara melanjutkan, perguruan tinggi di periode kedua pemerintahannya akan diarahkan untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat regional dan global.

"Artinya mereka yang masuk di perguruan tinggi harus siap berkompetisi di ranah regional dan global," ujar Jokowi.

Jokowi berharap, hal itu dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dan bisa memenangkan persaingan global.

Sebelumnya, Jokowi menegaskan bahwa periode kedua kepemimpinannya akan fokus pada pembangunan sumber daya manusia.

"Setelah lima tahun kita fokus pada pembangunan infrastruktur, lima tahun ke depan kita ingin fokus pada pembangunan sumber daya manusia," kata Jokowi.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X