Rusdi Kirana Mundur Tanpa Masalah, PKB Mengaku Kehilangan

Kompas.com - 21/08/2019, 20:23 WIB
Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Rusdi Kirana saat ditemui di Hotel Pullman Miri, Serawak, Malaysia, Jumat (16/3/2018). KOMPAS.com/ PRAMDIA ARHANDO JULIANTODuta Besar Indonesia untuk Malaysia Rusdi Kirana saat ditemui di Hotel Pullman Miri, Serawak, Malaysia, Jumat (16/3/2018).
|
Editor Bayu Galih

BADUNG, KOMPAS.com - Wakil Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa Lukmanul Khakim menyatakan, partainya merasa kehilangan dengan mundurnya Rusdi Kirana dari partai.

Rusdi Kirana merupakan Duta Besar RI untuk Malaysia dan pengusaha yang mendirikan Lion Air.

"Kami sampaikan juga kepada beliau bahwa kami di PKB sangat kehilangan Pak Rusdi Kirana," kata Lukman di lokasi Muktamar V PKB, Westin Resort, Badung, Bali, Rabu (21/8/2019).

"Kami memahami keputusan yang diambil Pak Rusdi Kirana, dengan demikian beliau ingin memastikan kepada kita semua. Beliau ingin totalitas menjadi dubes di Malaysia," ucapnya.

Baca juga: Wasekjen PKB Sebut Rusdi Kirana Mundur karena Ingin Fokus sebagai Dubes

Ia menambahkan, Rusdi sudah berniat mengundurkan diri sejak lama. Keinginan tersebut juga disampaikan Rusdi kepada Lukman.

Namun, Lukman meminta Rusdi menunda pengunduran dirinya. Ia meminta Rusdi mengundurkan diri berbarengan dengan pergantian pengurus DPP pada Muktamar V PKB.

Ia pun mengatakan, mundurnya Rusdi dari keanggotaan PKB tidak disebabkan oleh masalah internal apa pun di PKB.

Lukman menegaskan, Rusdi mundur karena ingin fokus menjabat sebagai dubes.

"Pak Rusdi juga menyampaikan, 'Mas sampaikan salam saya ke ketua umum dan seluruh kader PKB. Saya enggak ada masalah dengan PKB. Saya hanya ingin memastikan bahwa ketersediaan waktu yang sangat terbatas ini lebih berharga kalau saya lebih totalitas menjadi dubes'. Dia menyatakan begitu," ujar Lukman.

Baca juga: Wasekjen PKB Sebut Rusdi Kirana Mundur karena Ingin Fokus sebagai Dubes

Rusdi Kirana diketahui memutuskan mundur dari keanggotaan partainya pada Rabu ini.

"Benar, saya mengundurkan diri dari anggota PKB," kata Rusdi, sebagaimana dikutip dari Antara, Rabu.

Sekretaris pribadi Rusdi, Djadjuk Natsir yang sedang berada di Kuala Lumpur, Malaysia menambahkan, bosnya sedang membuat surat pengunduran diri.

"Surat pengunduran diri akan dibuat secepat mungkin dalam pekan ini," ujar Djadjuk.

Nantinya, surat pengunduran diri tersebut akan dialamatkan kepada Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar dan petinggi parpol lainnya.

Menurut Djadjuk, Rusdi terpaksa mundur dari PKB lantaran sudah sangat sibuk menjalankan aktivitasnya saat ini sebagai Duta Besar RI untuk Malaysia.

Baca juga: Masih Jabat Dubes, Bos Lion Air Rusdi Kirana Daftar Jadi Anggota BPK

Karier politik Rusdi

Rusdi diketahui sebelumnya pernah menjabat Wakil Ketua Umum DPP PKB periode 2014 - 2019.

Namun, pria kelahiran Cirebon, 17 Agustus 1963 tersebut memutuskan mundur dari jabatan itu.

Sebab, ia dipercaya Presiden Joko Widodo menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada 19 Januari 2015.

Baca juga: Surat Suara Tercoblos di Malaysia, Jokowi Yakin Rusdi Kirana Tak Terlibat

Setelah dilantik menjadi Wantimpres, status pengusaha yang mengagas konsep penerbangan berbiaya murah (low cost carrier) itu di PKB adalah sebagai anggota biasa.

Pada saat yang sama, Rusdi Kirana juga mengundurkan diri sebagai CEO Lion Air Group dan saat ini hanya sebagai founder saja.

Pada Mei 2017, Rusdi melepaskan jabatannya sebagai anggota Wantimpres.

Presiden Jokowi menugaskannya menjadi Duta Besar RI untuk Malaysia yang berkedudukan di Kuala Lumpur.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X