Kondisi Terkini di Manokwari, Sorong, dan Jayapura Versi Polri

Kompas.com - 21/08/2019, 10:46 WIB
Aparat TNI dari Kodim 1802 dibackup prajurit Yonif Raider 752 Sorong mulai membersihkan puing-puing dan rating pohon yang sebelumnya digunakan massa untuk memblokade jalan. KONTRIBUTOR KOMPAS TV TIMIKA/IRSUL PANCA ADITRAAparat TNI dari Kodim 1802 dibackup prajurit Yonif Raider 752 Sorong mulai membersihkan puing-puing dan rating pohon yang sebelumnya digunakan massa untuk memblokade jalan.
Penulis Devina Halim
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian RI atau Polri mengungkapkan bahwa masyarakat di Manokwari dan Sorong di Papua Barat telah sepakat untuk tidak turun ke jalan sebagai buntut penangkapan mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan bahwa secara umum kegiatan masyarakat sudah berjalan normal di kedua wilayah tersebut.

"Situasi secara umum sudah kondusif dan giat masyarakat sudah kembali normal," ujar Dedi kepada Kompas.com, Rabu (21/8/2019).

"Sudah ada kesepakatan masyarakat hari ini sudah tidak ada lagi yang turun ke jalan," kata dia.


Baca juga: Polri Tambah 600 Personel Jaga Keamanan Manokwari dan Sorong

Saat ini, aparat TNI-Polri, beserta pemerintah daerah sedang fokus membersihkan sisa unjuk rasa.

Sementara, Dedi mengatakan bahwa situasi di Jayapura, Papua, sudah sangat kondusif sejak Selasa (20/8/2019) kemarin.

Masyarakat di Jayapura, kata Dedi, juga sudah berkegiatan normal seperti sediakala.

"Situasi Jayapura dari kemarin sudah sangat kondusif dan masyarakat sudah menjalankan aktifitasnya," ucap dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi solidaritas Papua muncul di berbagai kota di Provinsi Papua dan Papua Barat, seperti yang terjadi di Manokwari, Jayapura dan Sorong, Senin (19/8/2019).

Baca juga: Polri: 25 Fasilitas Publik Rusak Pasca-demo di Manokwari dan Sorong

Aksi unjuk rasa ini merupakan dampak dari perlakuan diskriminatif dan tindak rasialisme yang dialami mahasiswa asal Papua di Surabaya, Malang dan Semarang, dalam beberapa waktu terakhir.

Massa di Manokwari bahkan membakar gedung DPRD Papua Barat dan sejumlah kendaraan saat terjadi kerucuhan.

Sedangkan, kerusuhan yang terjadi di Sorong juga menyebabkan pembakaran dan penjebolan Lapas Sorong. Akibatnya, lebih dari 200 narapidana melarikan diri.

Baca tentang
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X