Usut Akar Masalah Rusuh di Manokwari, Wiranto: Tuntas dan Adil!

Kompas.com - 19/08/2019, 15:29 WIB
Menko Polhukam Wiranto memberikan arahan saat memimpin rapat koordinasi kesiapan akhir pengamanan tahapan pemungutan dan perhitungan suara Pileg dan Pilpres Tahun 2019 di Jakarta, Senin (15/4/2019). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/ama. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDIMenko Polhukam Wiranto memberikan arahan saat memimpin rapat koordinasi kesiapan akhir pengamanan tahapan pemungutan dan perhitungan suara Pileg dan Pilpres Tahun 2019 di Jakarta, Senin (15/4/2019). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/ama.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menegaskan, kasus dugaan penghinaan terhadap bendera merah putih di Surabaya akan diusut hingga tuntas dengan mengedepankan prinsip keadilan.

"Telah diinstruksikan untuk melakukan pengusutan secara tuntas dan adil bagi siapapun yang dianggap melakukan pelanggaran hukum dalam peristiwa ini," ujar Wiranto dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (19/8/2019).

Bahkan, aparat juga akan memburu oknum yang melontarkan kata-kata tidak pantas dan berbau rasisme selama proses hukum atas peristiwa dugaan penghinaan bendera merah putih itu.

Baca juga: Ini Awal Mula Penyebab Kerusuhan di Manokwari

Pemerintah, sebut Wiranto, sangat menyesalkan kedua peristiwa tersebut.

"Nyata-nyatanya, (peristiwa tersebut) mengganggu kebersamaan dan persatuan kita sebagai sebuah bangsa," lanjut Wiranto.

Sebab, peristiwa-peristiwa itulah yang menyebabkan masyarakat Papua marah sehingga warga di Manokwari, Papua Barat, melakukan kerusuhan. 

Wiranto sekaligus menegaskan, penindakan tegas akan dilakukan aparat hukum kepada pihak-pihak yang sengaja memanfaatkan peristiwa ini untuk kepentingan negatif.

"Dan juga akan kita usut secara tuntas dan adil, siapapun yang memanfaatkan insiden ini untuk kepentingan-kepentingan yang negatif," lanjut Wiranto.

Baca juga: Kapolri Sebut Situasi di Manokwari Berangsur Kondusif

Berawal dari Peristiwa di Surabaya

Diberitakan, Sabtu (17/8/2019), polisi membawa paksa 43 mahasiswa asal Papua di Asrama Papua, Jalan Kalasan, Surabaya, ke Mapolrestabes Surabaya. Tindakan itu dilakukan setelah polisi menembakkan gas air mata serta menjebol pagar asrama terlebih dahulu.

Wakil Kepala Polrestabes Surabaya AKBP Leonardus Simarmata mengatakan, mahasiswa asal Papua diangkut untuk diperiksa terkait laporan adanya perusakan serta pembuangan bendera merah putih ke selokan di asrama mereka.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X