Jelang Peringatan Kemerdekaan, Parpol Diingatkan Tak Sibuk Urus Dirinya Sendiri

Kompas.com - 16/08/2019, 16:50 WIB
Cendekiawan Muslim, Prof Dr Komaruddin Hidayat saat hadir dalam peluncuran buku berjudul Hypno Parenting karya Dewi Yogo Pratomo, di Plaza Senayan, Jakarta, Selasa (10/1/2012) malam. KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHIBANAR FIL ARDHI Cendekiawan Muslim, Prof Dr Komaruddin Hidayat saat hadir dalam peluncuran buku berjudul Hypno Parenting karya Dewi Yogo Pratomo, di Plaza Senayan, Jakarta, Selasa (10/1/2012) malam. KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI

JAKARTA, KOMPAS.com - Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Komaruddin Hidayat mengingatkan partai politik untuk tak sekadar mengurus kepentingan sendiri dan mengesampingkan kepentingan negara.

Hal itu disampaikan Komaruddin saat ditanya soal pesannya terkait Hari Kemerdekaan Indonesia ke-74 pada Sabtu (17/8/2019) besok.

"Jangan sampai kemudian Parpol itu yang ingin ngatur negara itu sibuk sama dirinya sendiri. Kalau itu terjadi, dia mengkhianati founding fathers yang mendirikan negara ini," kata Komaruddin dalam konferensi pers bersama Gerakan Suluh Kebangsaan (GSK) di Hotel Luwansa, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Baca juga: Nostalgia 17 Agustus, Lomba Apa yang Paling Dirindukan?


Ia mengingatkan, Indonesia lahir dari perjuangan keras dan pengorbanan banyak pihak.

Hal ini yang dinilainya membedakan Indonesia dengan negara yang lahir dari bentuk pemberian.

"Republik ini anak kandung gerakan masyarakat yang proses kelahirannya berdarah-darah, nah ini beda dengan beberapa negara yang lahirnya itu mungkin sebagai hadiah," katanya.

Setelah meraih kemerdekaan, kata dia, Indonesia menjadi negara yang kuat.

Negara pun dipimpin oleh orang-orang yang sebagian besar berasal dari partai.

 

Baca juga: Mantan Teroris Bom Bali hingga Anggota ISIS Akan Upacara 17 Agustus

Oleh karena itu, Komaruddin kembali mengingatkan bahwa partai berperan strategis di Indonesia.

"Pemerintah ini dan wakil rakyat ini dari mana? Parpol. Jadi Parpol menjembatani antara negara dan rakyat. Pertanyaannya adalah apakah parpol itu sekarang memiliki semangat sebagaimana ketika masyarakat melahirkan negara, betul fokus pada negara atau tidak?" kata dia.

Mantan Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu juga menyatakan agar Parpol memperbaiki kaderisasi, demokratisasi internal dan tata kelola keuangan yang baik.

Baca juga: Jelang 17 Agustus: Kibarkan Merah Putih Raksasa hingga Bangun Gapura Kartun

Hal itu guna memastikan negara dikelola oleh orang-orang Parpol yang kredibel, profesional dan bertanggung jawab.

"Kalau tidak sehat kita bisa bertanya apakah bisa Parpol mewakili rakyat ngatur negara? Bisa membuat lembaga legislatif sehat? Bisa menyehatkan eksekutif? Bangsa kita itu punya banyak tantangan," ujar dia.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Fadli Zon Usul Jajak Pendapat Pemindahan Ibu Kota, Pakar: Tak Ada Dasar Hukumnya

Fadli Zon Usul Jajak Pendapat Pemindahan Ibu Kota, Pakar: Tak Ada Dasar Hukumnya

Nasional
Ada Capim KPK yang Diduga Terima Gratifikasi tetapi Lolos, Ini Kata Pansel

Ada Capim KPK yang Diduga Terima Gratifikasi tetapi Lolos, Ini Kata Pansel

Nasional
Yorrys Raweyai: Blokir Internet di Papua Bukan Solusi

Yorrys Raweyai: Blokir Internet di Papua Bukan Solusi

Nasional
Jokowi Diharapkan Beri Perhatian Lebih atas Seleksi Capim KPK

Jokowi Diharapkan Beri Perhatian Lebih atas Seleksi Capim KPK

Nasional
Mendagri: Saya Sering Pindah ke Mobil Patwal karena Crown Mogok

Mendagri: Saya Sering Pindah ke Mobil Patwal karena Crown Mogok

Nasional
PPP: Amandemen Terbatas UUD 1945 Tak Mengagendakan MPR sebagai Lembaga Tertinggi

PPP: Amandemen Terbatas UUD 1945 Tak Mengagendakan MPR sebagai Lembaga Tertinggi

Nasional
Presiden Jokowi Didesak Evaluasi Pansel Capim KPK

Presiden Jokowi Didesak Evaluasi Pansel Capim KPK

Nasional
Tanggapan Kapolda Sumsel Lolos Tahap Profile Assessment Capim KPK

Tanggapan Kapolda Sumsel Lolos Tahap Profile Assessment Capim KPK

Nasional
Perwakilan KPK yang Kandas jadi Pimpinan Lembaga Anti Rasuah...

Perwakilan KPK yang Kandas jadi Pimpinan Lembaga Anti Rasuah...

Nasional
KPK Ungkap Kepatuhan LHKPN Capim KPK yang Lolos 'Profile Asssessment'

KPK Ungkap Kepatuhan LHKPN Capim KPK yang Lolos "Profile Asssessment"

Nasional
Polri Benarkan Informasi Pemberi Miras ke Mahasiswa Papua Kapolsek Sukajadi Bandung

Polri Benarkan Informasi Pemberi Miras ke Mahasiswa Papua Kapolsek Sukajadi Bandung

Nasional
Gabung Jakarta, Bekasi Harap Tak Ada Lagi Setoran Bea Balik Nama Kendaraan

Gabung Jakarta, Bekasi Harap Tak Ada Lagi Setoran Bea Balik Nama Kendaraan

Nasional
Presiden Jokowi Sapa Para Talenta Musik yang Manggung di Istana

Presiden Jokowi Sapa Para Talenta Musik yang Manggung di Istana

Nasional
KPK: Ada Capim Diduga Pernah Terima Gratifikasi, tapi Masih Diloloskan Pansel

KPK: Ada Capim Diduga Pernah Terima Gratifikasi, tapi Masih Diloloskan Pansel

Nasional
Diduga Berada di Jatim, Polri Masih Buru Penyuplai Data Kependudukan yang Dijual Lewat Situs Web

Diduga Berada di Jatim, Polri Masih Buru Penyuplai Data Kependudukan yang Dijual Lewat Situs Web

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X