Dalam Sidang, Jaksa KPK Ingatkan Kemenpora Benahi Mekanisme Dana Hibah

Kompas.com - 15/08/2019, 18:18 WIB
Sidang tuntutan terdakwa Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Mulyana, pejabat pembuat komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo dan staf Kemenpora Eko Triyanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (15/8/2019) KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMANSidang tuntutan terdakwa Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Mulyana, pejabat pembuat komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo dan staf Kemenpora Eko Triyanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (15/8/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Jaksa KPK Budhi Sarumpaet mengingatkan Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk membenahi mekanisme penyaluran dana hibah kepada pihak terkait.

Demikian disampaikan Jaksa Budhi saat membacakan pengantar surat tuntutan terhadap pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemenpora Adhi Purnomo dan staf Kemenpora Eko Triyanta di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Keduanya adalah terdakwa kasus dugaan suap terkait alokasi dana hibah Kemenpora kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

"Tuntutan pidana ini diharapkan menjadi ajang berbenah serta pembelajaran bagi Kemenpora dan KONI pusat supaya ke depan, penyaluran fasilitas bantuan tepat sasaran dan efektif. Bukan digunakan untuk kepentingan dan keuntungan pribadi dan dengan cara-cara yang menggadaikan integritas," kata Budhi.


Baca juga: Dua Pejabat Kemenpora Dituntut Lima Tahun Penjara

Jaksa Budhi menyayangkan mengapa demi memuluskan pencairan dana hibah untuk KONI, mesti ada pejabat terkait di Kemenpora terlebih dahulu yang menerima suap.

Perilaku Adhi dan Eko, dinilai jaksa, sebagai tindakan yang tidak adil dan tidak profesional.

"Disayangkan, dalam proses pengajuan sampai pencairan fasilitas bantuan Kemenpora kepada KONI pusat, pihak terdakwa I Adhi Purnomo bersama terdakwa II Eko Triyanta menerima sejumlah uang sebagai pelumas agar proses pencairan bantuan tersebut berjalan mulus," kata Jaksa Budhi.

Bantuan dana hibah yang dimaksud Budhi yakni dalam rangka pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi olahraga nasional pada multi event 18th Asian Games 2018 dan 3rd Asian Para Games 2018.

Kemudian, dana hibah dalam rangka pengawasan dan pendampingan seleksi calon atlet dan pelatih atlet berprestasi tahun 2018.

Jaksa juga mengingatkan kepada Kemenpora dan KONI bahwa pemanfaatan dana hibah mesti digunakan dengan baik demi pengembangan olahraga nasional serta dapat menghasilkan manfaat maksimal bagi generasi mendatang.

Baca juga: Cerita Pejabat Kemenpora Takut Istri Saat Terima Uang Suap KONI...

Dalam kasus ini sendiri, Adhi dan Eko dituntut 5 tahun penjara oleh jaksa KPK. Keduanya juga dituntut membayar denda sebesar Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan.

Keduanya dianggap terbukti menerima uang suap sebesar Rp 215 juta dari Ending Fuad Hamidy selaku Sekretaris Jenderal KONI.

Menurut jaksa, uang tersebut diberikan agar Adhi dan Eko mempercepat proses persetujuan dan pencairan dua macam dana hibah Kemenpora RI yang akan diberikan kepada KONI pada Tahun Anggaran 2018.

Adhi dan Eko pun dianggap terbukti melanggar Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jucto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Khawatir Ada Permainan Tangan Tak Terlihat, Haris Azhar Desak KPK Segera Tangkap Nurhadi

Khawatir Ada Permainan Tangan Tak Terlihat, Haris Azhar Desak KPK Segera Tangkap Nurhadi

Nasional
15 Nelayan yang Ditangkap Aparat Malaysia Dibebaskan Melalui Cara Persuasif

15 Nelayan yang Ditangkap Aparat Malaysia Dibebaskan Melalui Cara Persuasif

Nasional
Pukat UGM: Jokowi Seharusnya Tegur Menkumham Yasonna

Pukat UGM: Jokowi Seharusnya Tegur Menkumham Yasonna

Nasional
Kemenlu Benarkan 5 WNI Hilang di Perairan Malaysia

Kemenlu Benarkan 5 WNI Hilang di Perairan Malaysia

Nasional
Terkendala Biaya, Bayi Kembar Siam di Batam Terancam Tak Dioperasi

Terkendala Biaya, Bayi Kembar Siam di Batam Terancam Tak Dioperasi

Nasional
Kementerian BUMN Fokus Kembalikan Uang Nasabah Jiwasraya

Kementerian BUMN Fokus Kembalikan Uang Nasabah Jiwasraya

Nasional
15 Nelayan yang Ditangkap Aparat Malaysia Dibebaskan Pemerintah

15 Nelayan yang Ditangkap Aparat Malaysia Dibebaskan Pemerintah

Nasional
Terkait Kasus Harun Masiku, Yasonna Diminta Hindari Konflik Kepentingan

Terkait Kasus Harun Masiku, Yasonna Diminta Hindari Konflik Kepentingan

Nasional
Kunjungi Labuan Bajo, Jokowi Tinjau Sarana Wisata dan Resmikan Hotel BUMN

Kunjungi Labuan Bajo, Jokowi Tinjau Sarana Wisata dan Resmikan Hotel BUMN

Nasional
Yasonna Masuk Tim PDI-P dalam Kasus Harun Masiku, Pukat UGM: Sangat Tak Etis

Yasonna Masuk Tim PDI-P dalam Kasus Harun Masiku, Pukat UGM: Sangat Tak Etis

Nasional
PSI Gelar Konvensi untuk Jaring Bakal Calon Wali Kota Tangsel

PSI Gelar Konvensi untuk Jaring Bakal Calon Wali Kota Tangsel

Nasional
Peran Gus Dur di Balik Kebebasan Merayakan Imlek di Indonesia...

Peran Gus Dur di Balik Kebebasan Merayakan Imlek di Indonesia...

Nasional
Yasonna Masuk Tim Hukum PDI-P Terkait Kasus Harun Masiku, Begini Komentar KPK

Yasonna Masuk Tim Hukum PDI-P Terkait Kasus Harun Masiku, Begini Komentar KPK

Nasional
Jokowi: Jiwasraya Sakitnya Sudah Lama, Penyembuhannya Tak Langsung Sehari, Dua Hari...

Jokowi: Jiwasraya Sakitnya Sudah Lama, Penyembuhannya Tak Langsung Sehari, Dua Hari...

Nasional
Koran Sin Po, Pelopor Istilah 'Indonesia' yang Hilang dari Catatan Sejarah...

Koran Sin Po, Pelopor Istilah "Indonesia" yang Hilang dari Catatan Sejarah...

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X