KPK Minta Sjamsul Nursalim Hadiri Mediasi Terkait Gugatannya terhadap BPK

Kompas.com - 14/08/2019, 21:20 WIB
Juru Bicara KPK Febri Diansyah memberi keterangan di Gedung KPK, Rabu (14/8/2019).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Juru Bicara KPK Febri Diansyah memberi keterangan di Gedung KPK, Rabu (14/8/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi meminta tersangka kasus bantuan likuiditas Bank Indonesia Sjamsul Nursalim menghadiri mediasi dalam gugatan Sjamsul terhadap Badan Pemeriksa Keuangan di Pengadilan Negeri Tangerang.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, kehadiran Sjamsul dapat menunjukkan keseriusannya dalam gugatan tersebut.

"Kalau memang ada keseriusan di sana untuk proses mediasi ini kami akan minta besok agar Sjamsul Nursalim hadir secara langsung di persidangan mediasi itu," kata Febri kepada wartawan, Rabu (14/8/2019).

Baca juga: Sjamsul Nursalim Gugat BPK, KPK Harap Jadi Pihak Ketiga


Febri menyampaikan, KPK memiliki kepentingan dalam gugatan tersebut karena KPK sedang menangani kasus BLBI yang melibatkan Sjamsul dan istrinya yang dinilai merugikan negara sebesar Rp 4,58 triliun.

Sementara itu, gugatan perdata yang diajukan Sjamsul itu pun berkaitan dengan hasil audit BPK yang menunjukkan adanya kerugian negara Rp 4,58 triliun dalam kasus BLBI.

"KPK memandang kepentingan KPK terganggu dengan gugatan perdata itu, apalagi KPK sekarang sedang menangani kasus BLBI dan proses penyidikan sedang berjalan," ujar Febri.

Baca juga: Panggil Sjamsul Nursalim dan Istrinya, KPK Pasang Pengumuman di KBRI Singapura

Hal itulah, kata Febri, yang membuat KPK mengajukan permohonan sebagai pihak ketiga dalam gugatan tersebut yang telah dikabulkan oleh majelis hakim dalam sidang putusan sela hari ini.

"Kami mengajukan permohonan sebagai pihak ketiga yang berkepentingan. tadi Hakim mengabulkan dan agenda persidangan berikutnya adalah besok dilakukan proses mediasi," kata Febri.

Dalam pengembangan kasus BLBI, KPK menetapkan Sjamsul Nursalim selaku obligor Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) dan istrinya Itjih Nursalim sebagai tersangka.

Penetapan tersangka ini berdasarkan hasil pengembangan perkara terpidana mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsyad Temenggung.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X