Kompas.com - 14/08/2019, 17:28 WIB
Pater Jhon Jangga (batik biru) saat penyampaian laporan konflik Kabupaten Nduga, Papua di Kantor Amnesty Internasional, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2019) KOMPAS.com/DETI MEGA PURNAMASARIPater Jhon Jangga (batik biru) saat penyampaian laporan konflik Kabupaten Nduga, Papua di Kantor Amnesty Internasional, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Puluhan ribu warga Kabupaten Nduga, Papua, mengungsi ke berbagai distrik di Papua. Ini dikarenakan konflik yang terjadi di wilayah tersebut sejak 2 Desember 2018.

Konflik itu terjadi dikarenakan adanya pembunuhan terhadap 17 orang pekerja proyek Trans Papua oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).

Laporan dari Tim Kemanusiaan Kabupaten Nduga menyebutkan, warga mengungsi dikarenakan aparat keamanan dari TNI-Polri melakukan operasi pengejaran terhadap kelompok pimpinan Egianus Kogoya.

Baca juga: 182 Orang Disebut Jadi Korban Jiwa Konflik di Nduga

Berikut adalah jumlah pengungsi hasil pendataan relawan yang dilaporkan Tim Kemanusiaan Kabupaten Nduga:

1. Distrik Mapenduma - 4.276 jiwa
2. Distrik Mugi - 4.369 jiwa
3. Distrik Jigi- 5.056 jiwa
4. Distrik Yal - 5.021 jiwa
5. Distrik Mbulmu Yalma - 3.775 jiwa
6. Distrik Kagayen- 4.238 jiwa
7. Distrik Nirkuri- 2.982 jiwa
8. Distrik Inikgal- 4.001 jiwa
9. Distrik Mbua - 2.021 jiwa
10. Distrik Dal - 1.704 jiwa

Baca juga: Polemik Penarikan Pasukan TNI/Polri dan Krisis Sosial di Nduga...

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Direktur Eksekutif Yayasan Teratai Hati Papua, Pater John Jangga menyampaikan, pengungsi di Nduga tidak memiliki camp satu sama lain.

"Di kota Jaya Wijaya dan Wamena ada 40 titik pengungsian. Per titik ada yang 30 orang, 50 orang, sampai 100 orang," kata John saat menyampaikan laporan tersebut di Kantor Amnesty Internasional, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2019).

Ia mengatakan, pihaknya sulit mengidentifikasi para pengungsi dikarena tingkat emosional mereka.

Ketidakpercayaan mereka kepada orang lain, kata dia, sangat tinggi.

"Itu karena mereka sudah delapan bulan telantar, tidak diperhatikan, dan dibiarkan," kata John Jangga.

Berdasarkan laporan tim, sejak operasi pengejaran aparat dilakukan, sejumlah fasilitas punlik seperti sekolah, rumah ibadah, dan puskesmas pembantu telah dirusak dan dibakar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemerintah Diminta Pertimbangkan Lockdown dan Percepat Vaksinasi

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemerintah Diminta Pertimbangkan Lockdown dan Percepat Vaksinasi

Nasional
Tak Setuju Pembongkaran Jalur Sepeda, Ulil: Simbol Teladan dalam Penataan Kota

Tak Setuju Pembongkaran Jalur Sepeda, Ulil: Simbol Teladan dalam Penataan Kota

Nasional
Kemenkes Percepat Vaksinasi untuk Tekan Penularan Covid-19 akibat Varian Virus Corona Delta

Kemenkes Percepat Vaksinasi untuk Tekan Penularan Covid-19 akibat Varian Virus Corona Delta

Nasional
Menpan-RB Serahkan Kebijakan Bekerja dari Rumah dan Kantor ke Masing-masing Kementerian dan Lembaga

Menpan-RB Serahkan Kebijakan Bekerja dari Rumah dan Kantor ke Masing-masing Kementerian dan Lembaga

Nasional
Terawan Ngotot Pengembangan Vaksin Nusantara Dilanjutkan, Epidemiolog: Harus Didasarkan Bukti Ilmiah

Terawan Ngotot Pengembangan Vaksin Nusantara Dilanjutkan, Epidemiolog: Harus Didasarkan Bukti Ilmiah

Nasional
Polisi Ungkap Modus Pinjol Ilegal 'Rp Cepat': Tawarkan Bunga Pinjaman Rendah tetapi Tagihan Tak Wajar

Polisi Ungkap Modus Pinjol Ilegal "Rp Cepat": Tawarkan Bunga Pinjaman Rendah tetapi Tagihan Tak Wajar

Nasional
KSP: Pembangunan IKN Hanya 10 Persen dari APBN, Sisanya Investasi

KSP: Pembangunan IKN Hanya 10 Persen dari APBN, Sisanya Investasi

Nasional
Soal Calon Panglima TNI Pengganti Hadi Tjahjanto, Istana: Hak Prerogatif Presiden

Soal Calon Panglima TNI Pengganti Hadi Tjahjanto, Istana: Hak Prerogatif Presiden

Nasional
Kasus Covid-19 Kembali Lewati 10.000, Epidemiolog: Kombinasi Mobilitas Penduduk dan Varian Baru Virus Corona

Kasus Covid-19 Kembali Lewati 10.000, Epidemiolog: Kombinasi Mobilitas Penduduk dan Varian Baru Virus Corona

Nasional
Kasus Covid-19 Meningkat, Panglima TNI Minta Semua Pihak Putus Rantai Penularan Bersama

Kasus Covid-19 Meningkat, Panglima TNI Minta Semua Pihak Putus Rantai Penularan Bersama

Nasional
Pemerintah Diminta Terapkan Pembatasan Berskala Besar agar Sistem Kesehatan Tak Kolaps

Pemerintah Diminta Terapkan Pembatasan Berskala Besar agar Sistem Kesehatan Tak Kolaps

Nasional
Ini Konstruksi Perkara Suap yang Jerat Empat Mantan Anggota DPRD Jambi

Ini Konstruksi Perkara Suap yang Jerat Empat Mantan Anggota DPRD Jambi

Nasional
Kasus Baru Covid-19 Kembali Lewati 10.000, Pemerintah Diminta Perbanyak Testing dan Tracing

Kasus Baru Covid-19 Kembali Lewati 10.000, Pemerintah Diminta Perbanyak Testing dan Tracing

Nasional
Panglima TNI: Pemerintah Siapkan Program 1 Juta Vaksin Per Hari di 100 Titik

Panglima TNI: Pemerintah Siapkan Program 1 Juta Vaksin Per Hari di 100 Titik

Nasional
Uji Formil UU Cipta Kerja, DPR Sebut Perubahan Naskah Setelah Disetujui Sebatas Redaksional

Uji Formil UU Cipta Kerja, DPR Sebut Perubahan Naskah Setelah Disetujui Sebatas Redaksional

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X