Jika Gerindra-Demokrat-PAN Gabung ke Jokowi, PKS Diprediksi Untung

Kompas.com - 14/08/2019, 16:33 WIB
Peneliti CSIS Arya Fernandez saat merilis hasil survei di Jakarta, Kamis (28/3/2019). KOMPAS.com/IhsanuddinPeneliti CSIS Arya Fernandez saat merilis hasil survei di Jakarta, Kamis (28/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com — Peneliti Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS Arya Fernandes berpendapat, bergabungnya parpol oposisi ke koalisi pendukung pemerintah akan memberikan keuntungan elektoral bagi Partai Keadilan Sejahtera ( PKS).

"Kalau semuanya bergerak (mendukung pemerintah), ya tentu PKS akan menang besar. PKS akan mendapatkan keuntungan politik elektoral yang sangat besar," ujar Arya saat dihubungi, Kompas.com, Rabu (14/8/2019).

Baca juga: PAN: Kita Dukung Program Jokowi-Maruf, tapi Belum Tentu Gabung Koalisi

Diketahui, beberapa parpol pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pemilu 2019 santer diisukan akan bergabung ke koalisi pendukung pemerintah.

Beberapa parpol yang dimaksud adalah Gerindra, Demokrat, dan PAN.

Arya menjelaskan, jika mengacu pada hasil Pilpres 2019 yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), sebanyak 55 persen pemilih merupakan pendukung Jokowi.

Baca juga: Sejumlah Respons terhadap Demokrat yang Kini Dukung Jokowi

Adapun 45 persen memilih Prabowo atau dapat dilihat sebagai pemilih yang tidak memiliki preferensi politik terhadap Jokowi.

Dengan demikian, bukan tidak mungkin suara pemilih pasangan Prabowo-Sandiaga dari ketiga partai beralih ke PKS pada Pemilu 2024 mengingat PKS menyatakan sikap berada di oposisi selama lima tahun yang akan datang.

"Karena harus diingat juga ada sekitar 45 persen pemilih yang preferensinya bukan Jokowi dan itu akan dinikmati banyak oleh PKS nanti," kata Arya.

Baca juga: Kemesraan PDI-P dan Gerindra Diprediksi Mengarah ke Koalisi 2024

Seperti diketahui, Partai Gerindra, Demokrat, dan PAN belakangan memberikan sinyal akan mendukung pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Kian dekatnya Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto diprediksi akan berujung pada terbentuknya koalisi di antara kedua partai besar itu.

Kemudian Partai Demokrat sudah menyatakan sikapnya yang akan mendukung pemerintah.

Sementara pihak PAN mengatakan mendukung program pemerintah Jokowi-Ma'ruf meski belum menentukan sikap akan bergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK).

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X