"Kemesraan" PDI-P-Gerindra Disebut Jadi Tanda Bakal Ada Agenda Besar

Kompas.com - 14/08/2019, 11:20 WIB
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kiri) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) menyampaikan keterangan pers usai pertemuan tertutup di kediaman Megawawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta, Rabu (24/7/2019). Pertemuan kedua tokoh nasional bersama sejumlah elit Partai Gerindra dan PDI Perjuangan tersebut dalam rangka silaturahmi pasca Pemilu Presiden 2019.ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kiri) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) menyampaikan keterangan pers usai pertemuan tertutup di kediaman Megawawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta, Rabu (24/7/2019). Pertemuan kedua tokoh nasional bersama sejumlah elit Partai Gerindra dan PDI Perjuangan tersebut dalam rangka silaturahmi pasca Pemilu Presiden 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com — Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus menilai, "kemesraan" Ketua Umum PDI Perjuangan ( PDI-P) Megawati Soekarnoputri dan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto belakangan ini sudah melampaui dua sahabat lama.

Menurut dia, ada agenda politik besar di balik kebersamaan yang berusaha mereka tunjukkan ke publik.

"Sebagai pengendali dua gerbong politik besar, hampir pasti pertemuan demi pertemuan yang dilakukan keduanya merupakan bagian dari langkah politik penjajakan untuk sebuah kerja sama politik selanjutnya," kata Lucius saat dihubungi Kompas.com, Rabu (14/8/2019).

Baca juga: Kerja Sama PDI-P dan Gerindra Akan Menyulitkan Jokowi, Ini Sebabnya...


Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus saat ditemui di kantor Formappi, Matraman, Jakarta Pusat, Selasa (22/5/2018). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus saat ditemui di kantor Formappi, Matraman, Jakarta Pusat, Selasa (22/5/2018).
Namun, Lucius mengatakan, kedekatan PDI-P dan Gerindra ini hanya terbatas pada dua partai itu.

Sampai saat ini, partai politik pendukung Jokowi lainnya belum menunjukkan kemesraan serupa.

Oleh karena itu, menurut Lucius, agenda politik yang tengah dibahas antara PDI-P dan Gerindra adalah terkait kursi pimpinan MPR, bukan kursi kabinet.

"Kalau kursi kabinet, nampaknya Gerindra tak bisa hanya mengandalkan PDI-P. Kursi kabinet merupakan medan bagi parpol koalisi pendukung Jokowi yang pembagiannya sangat bergantung pada kebijakan presiden terpilih Jokowi," ujar dia.

Lucius menyebut, peluang Gerindra bergabung ke koalisi tetap ada. Tetapi, lebih besar kemungkinan partai pimpinan Prabowo Subianto itu mengincar kursi Ketua MPR.

Baca juga: Pertemuan Prabowo-Megawati di Mata PDI-P dan Gerindra Sumatera Barat

Sebab, tak tertutup kemungkinan Gerindra tengah melancarkan lobi politik untuk membangun paket calon pimpinan MPR supaya didukung PDI-P.

Sekalipun PDI-P bersedia diajak bekerja sama, Megawati tak perlu mendapat persetujuan dari partai-partai politik pendukung Jokowi.

"Dia bisa secara otonom membangun paket calon yang terpisah dengan parpol koalisi lain," kata Lucius.

"Dan bersama Gerindra yang juga punya modal jumlah kursi terbanyak ketiga di parlemen, PDI-P dan Gerindra tinggal mencari satu-dua parpol tambahan beserta kelompok anggota di DPD untuk memastikan kemenangan merebut takhta tertinggi di MPR," katanya.

Baca juga: Gerindra Undang Megawati Hadir di Rakornas

Kedekatan PDI-P dan Gerindra tampak belakangan ini. Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menjadi tamu spesial dalam Kongres PDI-P Kamis (8/8/2019). Namanya disebut berulang kali oleh Ketum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Kini, giliran Gerindra yang akan mengundang Megawati Soekarnoputri dalam hajatan mereka. Megawati diundang untuk hadir dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Partai Gerindra, September 2019.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X