Upaya TNI AD Akhiri Polemik Enzo Zenz Allie...

Kompas.com - 14/08/2019, 08:57 WIB
Enzo Zenz Allie saat mengikuti seleksi masuk taruna TNI. Enzo ditemani ibunya yang merupakan asal Sumatera Utara.Dok. SMA Al Bayan Enzo Zenz Allie saat mengikuti seleksi masuk taruna TNI. Enzo ditemani ibunya yang merupakan asal Sumatera Utara.

JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang remaja keturunan Perancis-Sunda bernama Enzo Zenz Allie mendadak viral setelah diketahui menjadi taruna Akademi Militer sebagai calon perwira TNI.

Viralnya Enzo bermula saat sebuah video memperlihatkan ia sedang berdialog dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Tak tanggung-tanggung, keduanya berkomunikasi dalam bahasa Perancis.

Hal ini membuat Enzo Allie banyak diperbincangkan dan videonya disebar berulang kali. Unik, mungkin hal itu yang dapat menggambarkan ramainya video Enzo tersebut di masyarakat.

Selain wajah rupawannya yang kaukasoid, Enzo diperbincangkan karena ia ingin menjadi TNI dan membela NKRI.


Baca juga: Bocoran KSAD soal Kondisi Enzo Allie di Akademi Militer...

Namun, viralnya Enzo kemudian menuai polemik. Tak lama setelah video tersebut viral, sebuah akun Facebook bernama Salman Farus mengunggah informasi mengenai latar belakang Enzo yang diduga simpatisan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) berdasarkan akun media sosial Enzo.

HTI merupakan organisasi yang dilarang pemerintah karena dianggap memiliki ideologi radikal yang anti-Pancasila. Enzo pun menjadi sorotan.

"Penasaran dengan sosok Enzo Ellie. Remaja blasteran Indonesia-Prancis yang viral karena lolos jadi anggota TNI. Iseng nyari akun FB-nya, wah ngeri-ngeri sedap juga rupanya. Anak ini bersama ibunya yang bernama Hadiati Basjuni Ellie terindikasi kuat sebagai simpatisan HTI. Pendukung khilafah dan anti pemerintah. Kalau ayahnya sendiri yang berkebangsaan Perancis, menurut informasi telah wafat. Bukan apa-apa, sekedar kewaspadaan saja. Jangan sampai TNI 'memelihara' anak ular," tulis akun tersebut.

Baca juga: TNI AD Putuskan Enzo Allie Tetap di Akademi Militer

Respons cepat TNI AD

Ramainya informasi tersebut membuat pihak TNI Angkatan Darat bergerak dan mendalaminya.

Kendati demikian, TNI AD menyampaikan bahwa dalam proses perekrutan calon perwira di Akademi Militer, mereka memiliki sistem seleksi yang sangat ketat, seperti seleksi mental ideologi dan psikologi.

TNI bahkan menggelar seleksi tambahan untuk para taruna Akademi Militer tahun ini, tempat Enzo menempa pendidikan. Tes tambahan itu dilaksanakan pada 10-11 Agustus 2019 dan hasilnya keluar pada 12 Agustus 2019.

"Kesimpulannya, Enzo, dilihat dari Indeks Moderasi Bernegara ternyata kalau dikonversi jadi persentase, 84 persen atau 5,9 dari maksimal 7. Indeks moderasi bernegaranya bagus," kata Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa dalam konferensi pers di Kantor Mabes AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (12/8/2019).

Baca juga: Enzo Tetap Taruna Akmil, Kasad Sebut Indeks Bernegaranya Bagus

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X