Hari Pramuka, Ini 3 Fakta di Balik Terbentuknya Praja Muda Karana

Kompas.com - 12/08/2019, 19:54 WIB
Ilustrasi Pramuka, Hari Pramuka: Anggota Pramuka dari SMP Negeri 4 Patuk yang baru saja naik tingkat dari Siaga menjadi Penggalang mengikuti kegiatan wide game dengan menyusuri kampung wisata Tamansari, Yogyakarta, Jumat (23/3/2018). KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOIlustrasi Pramuka, Hari Pramuka: Anggota Pramuka dari SMP Negeri 4 Patuk yang baru saja naik tingkat dari Siaga menjadi Penggalang mengikuti kegiatan wide game dengan menyusuri kampung wisata Tamansari, Yogyakarta, Jumat (23/3/2018).

Dr. Azis Saleh yang mengetahui hal tersebut bergegas menemui Soekarno dan menjelaskan permasalahan Keppres yang ternyata sudah ditandatangani Soekarno.

Soekarno yang mendengar hal tersebut, segera memerintahkan untuk tidak menerbitkan Keppres tersebut dan menggantinya dengan Keppres No 238 tahun 1961.

Keppres tidak ditandatangani Presiden Soekarno

Penandatanganan Keppres No 238 tahun 1961 juga menimbulkan permasalahan.

Penyusunan konsep Keppres No 238 tahun 1961 dikerjakan di kediaman Dr Azis Saleh di Jalan Borobudur 18, Jakarta.

Ketika Keppres No 238 tahun 1961 telah disusun, aturan ini tidak bisa segera ditandatangani Soekarno karena tengah berada di luar negeri.

Akhirnya, Keppres dibawa kepada Perdana Menteri Ir H Djuanda.

Djuanda merupakan perdana menteri ke-10 sekaligus terakhir di sistem pemerintahan parlementer tahun 1957-1959 sekaligus pencetus Deklarasi Djuanda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Djuanda awalnya belum bersedia menandatangani Keppres No 238 tahun 1961 karena belum mengetahui maksud dari penandatanganan undang-undang tersebut.

Setelah mendapatkan penjelasan dari Dr Azis Saleh, Djuanda mencoba menelepon Soekarno untuk mengonfirmasi hal tersebut.

Setelah mendapatkan izin dari Soekarno, akhirnya Djuanda bersedia menandatangani Keppres tersebut.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.