Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

KPU Tetapkan Caleg Terpilih DPR RI Setelah Selesai Pemungutan Suara Ulang

Kompas.com - 12/08/2019, 18:28 WIB
Fitria Chusna Farisa,
Bayu Galih

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menentukan waktu pelaksanaan penetapan kursi partai politik dan calon anggota legislatif DPR RI.

Menurut Komisioner KPU RI Evi Novida Ginting Manik, penetapan kursi parpol dan caleg terpilih baru akan dilakukan setelah KPU selesai menindaklanjuti seluruh putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas sengketa hasil pemilu legislatif.

"Setelah selesai semua pelaksanaan putusan MK," kata Evi di Gedung KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (12/8/2019).

Tindak lanjut yang dimaksud Evi adalah pelaksanaan penghitungan suara ulang, penyandingan data perolehan suara, dan pemungutan suara ulang.

Baca juga: Jalankan Putusan MK, KPU Gelar Penghitungan Suara Ulang di Surabaya dan Trenggalek

Melalui sidang pembacaan putusan yang berlangsung 6-9 Agustus 2019, 12 dari 260 perkara dikabulkan oleh MK.

Dari 12 perkara yang dikabulkan itu, Mahkamah memerintahkan KPU melakukan penghitungan suara ulang di Kota Surabaya, Kabupaten Trenggalek, Aceh, Sumatra Utara, dan Pegunungan Arfak.

KPU juga diperintahkan melakukan pemungutan suara ulang di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Jika pemungutan dan penghitungan suara ulang sudah selesai dilakukan, KPU akan lebih dulu merevisi surat keputusan KPU Nomor 987/PL.01.8-Kpt/06/KPU/V/2019 tentang penetapan hasil Pemilu 2019.

Baca juga: KPU Segera Tetapkan Evi Apita Caleg Foto Cantik sebagai Calon DPD Terpilih

Baru setelahnya, KPU dapat menetapkan perolehan suara kursi partai politik dan calon legislatif terpilih untuk DPR RI.

"Amar putusan MK meminta KPU menetapkan hasil (pemungutan suara ulang dan penghitungan suara ulang) karena gugatan (di MK) kan pada SK KPU 987," kata Evi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com