Cerita Pasha Ungu, Ditanya Maju Jadi Cagub atau Cawalkot oleh Mendagri

Kompas.com - 12/08/2019, 12:30 WIB
Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo Syamsuddin Said alias Pasha Ungu di Gedung Trans, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (21/12/2018). Kompas.com/Tri Susanto SetiawanWakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo Syamsuddin Said alias Pasha Ungu di Gedung Trans, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (21/12/2018).
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo alias Pasha Ungu, bertemu Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (12/8/2019).

Awalnya, ia mengungkapkan pertemuannya dengan Tjahjo hanya membahas masalah internal pengelolaan Kota Palu.

Namun, di sela-sela pembahasan itu, Tjahjo, kata Pasha, sempat menyinggung eskalasi politik di Sulawesi Tengah yang pada 2020 akan menggelar pilkada.

Saat menyinggung perbincangan politik dengan Tjahjo, Pasha mengaku sempat ditanya oleh Mendagri apakah dirinya akan maju sebagai Calon Wali Kota Palu atau Calon Gubernur Sulawesi Tengah di Pilkada 2020.

Baca juga: Wakil Wali Kota Palu Pasha Ungu Temui Mendagri, Bahas Masalah Internal

"Tadi sempat ada yang disampaikan (Mendagri), tahun depan gimana (maju di Pilkada) Sulteng, (atau di Pilkada) Palu, gimana? Seperti itu saja. Tapi tidak ada hal-hal yang sampai pembahasannya 'nanti gimana, kamu sama siapa', enggak sampai kayak gitu," ungkap Pasha.

"Tadi cuma nanya aja, 'Pasha gimana, mau maju lagi apa enggak'. Saya bilang ya, (mohon) petunjuknya, Pak Menteri," ujar Pasha lantas tertawa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia mengaku tak menutup peluang di Pilkada 2020 untuk maju sebagai calon gubernur ataupun calon wali kota.

Namun, Pasha masih ingin fokus menyelesaikan tugasnya sebagai Wakil Wali Kota Palu.

Baca juga: Ditanya soal Keinginan Maju Jadi Cagub Sulteng, Ini Kata Pasha Ungu

Selain itu, ia juga masih ingih meminta pendapat dari sejumlah politisi senior untuk Pilkada 2020.

Lagipula, Pasha mengatakan, proses pencalonan di Pilkada 2020 masih cukup panjang waktunya.

"Masih jauhlah. Kan ini tahapannya Insya Allah setelah pelantikan presiden, baru mulai penjaringan, gitu kan," kata Pasha.

"Siapa yang mau maju, siapa yang kira-kira sudah bergerak, siapa yang belum bergerak, siapa yang surveinya bagus, siapa yang belum naik, gitu kan. Yang pasti semua untuk kepentingan bangsa," ujar dia.

Pasha terpilih sebagai wakil wali kota Palu pada Pilkada Kota Palu 2015. Dalam pemilihan itu, Pasha mendampingi Hidayat sebagai wali kota.

Pasangan Hidayat-Pasha diusung oleh Partai Amanat Nasional dan Partai Kebangkitan Bangsa.

Hidayat-Pasha mengalahkan pasangan Hadianto Rasyid-Wiwik Jumatul Rofiah, Habsa Yanti Ponulele-Thamrin Samauna, serta petahana Andi Mulhanan Tombolotutu-Tahmidy Lasahid.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: Total 3,4 Juta Kasus Covid-19 di Indonesia, Angka Kematian Masih Tinggi

UPDATE: Total 3,4 Juta Kasus Covid-19 di Indonesia, Angka Kematian Masih Tinggi

Nasional
Obat Regkirona Diklaim Bisa Turunkan Risiko Kematian Pasien Covid-19 hingga 72 Persen

Obat Regkirona Diklaim Bisa Turunkan Risiko Kematian Pasien Covid-19 hingga 72 Persen

Nasional
Dorong Produktivitas Milenial, Kemnaker Gelar Ngopi Daring Nasional

Dorong Produktivitas Milenial, Kemnaker Gelar Ngopi Daring Nasional

Nasional
Kemensos Salurkan 95 Persen Bansos Tunai di DKI Jakarta

Kemensos Salurkan 95 Persen Bansos Tunai di DKI Jakarta

Nasional
Jokowi Kirim 5.000 Paket Bansos ke Sorong Usai Warga Geruduk Kantor Dinsos

Jokowi Kirim 5.000 Paket Bansos ke Sorong Usai Warga Geruduk Kantor Dinsos

Nasional
Sariamin Ismail, Pujangga Perempuan Pertama Indonesia Pemilik Banyak Nama Samaran yang Jadi Google Doodle 31 Juli 2021

Sariamin Ismail, Pujangga Perempuan Pertama Indonesia Pemilik Banyak Nama Samaran yang Jadi Google Doodle 31 Juli 2021

Nasional
Ketua DPR Minta Vaksinasi Covid-19 Merata di Seluruh Indonesia

Ketua DPR Minta Vaksinasi Covid-19 Merata di Seluruh Indonesia

Nasional
Mahfud: Permasalahan Bansos Sudah Lama Terjadi, Baru Terasa Saat Pandemi

Mahfud: Permasalahan Bansos Sudah Lama Terjadi, Baru Terasa Saat Pandemi

Nasional
Jubir PAN Minta Kader Penggugat Zulkifli Hasan Rp 100 Miliar Introspeksi Diri

Jubir PAN Minta Kader Penggugat Zulkifli Hasan Rp 100 Miliar Introspeksi Diri

Nasional
UPDATE 31 Juli: Ada 278.618 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 31 Juli: Ada 278.618 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
Rakornas Virtual, PPP Umumkan Pembentukan Relawan Vaksin Covid-19

Rakornas Virtual, PPP Umumkan Pembentukan Relawan Vaksin Covid-19

Nasional
UPDATE: Sebaran 1.808 Kasus Kematian Covid-19, Jawa Timur Tertinggi

UPDATE: Sebaran 1.808 Kasus Kematian Covid-19, Jawa Timur Tertinggi

Nasional
Di Rakornas, Ketum PPP Minta Seluruh Kader Salurkan Bansos hingga Fasilitasi Warga Positif Covid-19

Di Rakornas, Ketum PPP Minta Seluruh Kader Salurkan Bansos hingga Fasilitasi Warga Positif Covid-19

Nasional
UPDATE 31 Juli: Jawa Tengah Tertinggi Penambahan Kasus Baru Covid-19

UPDATE 31 Juli: Jawa Tengah Tertinggi Penambahan Kasus Baru Covid-19

Nasional
UPDATE: Ada 545.447 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE: Ada 545.447 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X