Pesan Jokowi: Tingkatkan Kesalehan Sosial Lewat Perayaan Idul Adha

Kompas.com - 11/08/2019, 11:31 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Plt Dirut PLN Sripeni Inten (kiri) berjalan masuk ruang pertemuan saat mendatangi Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (5/8/2019). Kedatangan Presiden ke PLN untuk meminta penjelasan atas matinya listrik secara massal di sejumlah wilayah. ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYPresiden Joko Widodo (kanan) didampingi Plt Dirut PLN Sripeni Inten (kiri) berjalan masuk ruang pertemuan saat mendatangi Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (5/8/2019). Kedatangan Presiden ke PLN untuk meminta penjelasan atas matinya listrik secara massal di sejumlah wilayah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo berpesan, kesalehan sosial di tengah masyarakat Indonesia perlu didorong kembali.

Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah yang jatuh pada Minggu (11/8/2019) ini, menurut Jokowi, semestinya menjadi momentum umat Islam untuk mendorong peningkatan kesalehan sosial tersebut.

"Paling penting di Hari Raya Idul Adha ini adalah dari sisi kurban, pengorbanan. Ini adalah dorongan kita meningkatkan kesalehan sosial yang saya kira di negara kita masih harus terus kita dorong agar umat melakukan itu dengan baik," ujar Jokowi seusai melaksanakan Shalat Id, sebagaimana dikutip Antara.

"Kesalehan sosial ini ya baik dengan teman, tetangga, saudara, rekan sekampung. Saya kira semua yang berkaitan dengan kesalehan sosial ini perlu kita dorong," lanjut dia.


Baca juga: Sapi Kurban dari Prabowo Datang Minggu Pagi di JIC, Bergabung dengan Sapi Jokowi dan Anies

Dengan hal tersebut, Jokowi yakin ikatan ketakwaan manusia kepada Allah SWT juga akan semakin meningkat.

Di Hari Raya Idul Adha ini sendiri, Jokowi mengaku, memiliki acara khusus dengan keluarga inti. Namun, ia tidak menjelaskan apa acara khusus yang dimaksud.

"Adalah nanti dengan Bu Iriana," ujar Jokowi.

Saat ditanya soal apakah akan meninjau penyembelihan hewan kurban, Jokowi menampiknya.

Diberitakan, Jokowi dan Iriana melaksanakan shalat Idul Adha di Lapangan Astrid Kebun Raya, Bogor, Jawa Barat.

Beberapa pejabat hadir, yakni Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Kepala LIPI Dr. Laksamana Tri Handoko dan Kepala Kebun Raya Bogor Dr R. Hendrian.

Dalam kotbahnya, Ustaz Iqbal mengatakan, kesalehan kepada Allah SWT dan hubungan sosial sesama manusia adalah hal yang diwajibkan.

Baca juga: Sapi Kurban 1 Ton yang Dibeli Jokowi Mendadak Jadi Objek Wisata Baru

Ustaz Iqbal juga menyinggung masalah orang yang mendustakan agama, salah satunya tidak memperhatikan atau menelantarkan anak yatim.

Di depan ribuan jamaah Shalat Idul Adha ini, khatib sekaligus menyinggung persoalan penyelesaian utang piutang sebelum meninggal dunia.

Ia mengutip riwayat Nabi Muhammad SAW yang tidak mau menshalatkan jenazah karena semasa hidup, ia belum menyelesaikan utang piutangnya.

Sekitar pukul 07.20 WIB rangkaian Shalat Idul Adha selesai dan Presiden meninggalkan lokasi. Seperti biasa, ketika beranjak pergi, ia menyempatkan diri bersalaman dengan jamaah shalat.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X