Adian: Bukunya Gambar Karl Marx, Isinya Menolak Komunis, Dirazia Juga

Kompas.com - 09/08/2019, 17:01 WIB
Aktivis mahasiswa di era reformasi yang juga anggota Komisi VII DPR, Adian Yunus Yusak Napitupulu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/5/2016)  KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRAAktivis mahasiswa di era reformasi yang juga anggota Komisi VII DPR, Adian Yunus Yusak Napitupulu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/5/2016)

DENPASAR, KOMPAS.com - Politikus PDI Perjuangan Adian Napitupulu menyoroti razia buku berisi ideologi berhaluan kiri, baru-baru ini.

Salah satu yang disorot adalah informasi yang menyebutkan, buku yang menjadi sasaran razia justru yang berisi kritik terhadap ideologi komunisme.

"Gambar bukunya itu ada wajah Karl Marx, padahal isinya menolak komunis, diambil (dirazia) juga. Orang ini enggak baca bukunya. Enggak baca isinya. Dilihat fotonya doang," kata Adian dalam sebuah diskusi di Sanur, Bali, Jumat (9/8/2019).

Baca juga: 8 Hoaks Versi Kominfo, soal Anak Hilang hingga Razia Buku PKI

Peristiwa ini tentu menggelitik sekaligus menimbulkan ironi. Adian pun heran bagaimana bisa peristiwa itu terjadi.

Semestinya, masyarakat menyadari bahwa buku adalah jendela dunia. Dari buku, masyarakat dapat mengetahui baik buruknya sesuatu, termasuk ideologi.

Oleh sebab itu, semestinya tidak ada razia terhadap buku bacaan.

"Dari mana mahasiswa bisa tahu (komunisme) itu bahaya atau tidak bahaya kalau dia enggak pernah baca? Betul enggak? Lu tahu dong ini bahaya, ini tidak bahaya, ini bagus, ini tidak bagus kalau tidak pernah baca. Baca saja biar dia mikir sendiri," ujar Adian.

Politikus PDI Perjuangan lainnya, Masinton Pasaribu, juga berpendapat senada. Bahkan, Masinton berharap negara turun tangan untuk mencegah razia buku secara sewenang-wenang.

"Bagi saya, sebenarnya ini negara harus jelas dan bersikap tegas. Tidak boleh lagi ada pelarangan dalam bentuk semena-mena di luar putusan hukum. Kalau hari ini masih ada sweeping buku, maka negara harus hadir di situ," kata Masinton.

Baca juga: [KLARIFIKASI] Video Jokowi Instruksikan Kapolri-Panglima TNI Stop Sweeping Buku PKI

Anggota Komisi III DPR RI itu mengatakan, apalagi sebuah buku itu diputuskan dilarang atau tidak harus didasarkan pada putusan pengadilan.

"Seingat saya, itu ada putusan MK. (Pelarangan buku) itu harus berdasarkan putusan pengadilan, bukan semaunya. Nah, ini kalau saya liat masih ada fenomena fobia kiri," kata Masinton.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X