Wapres Ingatkan Para Menteri akan Bahaya Krisis Ekonomi 10 Tahunan

Kompas.com - 09/08/2019, 16:09 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) disaksikan Menko Perekenomian Darmin Nasution (kedua kanan), Menteri Keuangan Sri Mulyani (ketiga kiri), Gubernur BI Perry Warjiyo (ketiga kanan), Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil (kedua kiri) dan Kepala BKPM Thomas Lembong  (kiri) memukul gong saat membuka seminar nasional perekonomian di Jakarta, Jumat (9/8/2019). Seminar nasional yang digelar dalam rangka perayaan ulang tahun ke-53 Kemenko Perekonomian itu mengusung tema Transformasi Ekonomi untuk Indonesia Maju. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc. Hafidz Mubarak AWakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) disaksikan Menko Perekenomian Darmin Nasution (kedua kanan), Menteri Keuangan Sri Mulyani (ketiga kiri), Gubernur BI Perry Warjiyo (ketiga kanan), Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil (kedua kiri) dan Kepala BKPM Thomas Lembong (kiri) memukul gong saat membuka seminar nasional perekonomian di Jakarta, Jumat (9/8/2019). Seminar nasional yang digelar dalam rangka perayaan ulang tahun ke-53 Kemenko Perekonomian itu mengusung tema Transformasi Ekonomi untuk Indonesia Maju. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan soal krisis 10 tahun yang biasa melanda dunia.

Hal itu ia sampaikan di hadapan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

"Kita harus hati-hari risiko 10 tahunan yang terjadi dalam ekonomi dunia," ujar Kalla dalam Seminar Transformasi Ekonomi untuk Indonesia Maju di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Baca juga: Temui Kalla, Anies Bahas LRT hingga Pelarangan Mobil Berusia 10 Tahun

Kalla mengatakan, hal itu mengacu pada tren ekonomi dunia sejak 1998.

Saat itu, krisis ekonomi melanda sebagian negara di Asia Tenggara. Indonesia sempat mengalami krisis lantaran saat itu mengeluarkan bailout bagi bank yang dilikuidasi.

Perlahan, negara-negara yang dilanda krisis ekonomi 1998 mampu bangkit. Namun, 10 tahun kemudian muncul krisis ekonomi baru tahun 2008 yang melanda Amerika Serikat (AS).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kalla juga menyampaikan, 10 tahun berikutnya, atau tahun 2018 hingga kini, memang tak terjadi krisis ekonomi di dunia.

Baca juga: Wapres Kalla Hadiri Kongres V PDI-P di Bali

Namun, kata Kalla, kemunculan krisis ekonomi tersebut tetap patut diwaspadai. Terlebih, saat ini terjadi perang dagang antara AS dan China.

"Sekarang 10 tahun setelah 2008, apakah akan terjadi masalah resesi akibat China, Amerika, Korea (Selatan) dengan Jepang, Brexit, dan sebagainya terjadi masalah di Timur Tengah dengan Iran," ujar Kalla.

"Tetap kita harus hati-hati risiko 10 tahunan yang terjadi dalam ekonomi dunia. Kalau kita lihat 10 tahunan karena kebetulan 1998, 2008, sekarang 2019," ucap Wapres.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nama-nama Petahana yang Lolos Seleksi Tertulis Calon Anggota KPU-Bawaslu

Nama-nama Petahana yang Lolos Seleksi Tertulis Calon Anggota KPU-Bawaslu

Nasional
Risma Minta Tunarungu Bicara, Teman Tuli Sebut Lebih Suka Berbahasa Isyarat

Risma Minta Tunarungu Bicara, Teman Tuli Sebut Lebih Suka Berbahasa Isyarat

Nasional
Kritik Mahfud, Pakar: Tak Ada yang Membingungkan dalam Putusan MK soal UU Cipta Kerja

Kritik Mahfud, Pakar: Tak Ada yang Membingungkan dalam Putusan MK soal UU Cipta Kerja

Nasional
Prabowo Digugat Eks Ketua DPC Rp 501 Miliar, Gerindra: Santai Sajalah

Prabowo Digugat Eks Ketua DPC Rp 501 Miliar, Gerindra: Santai Sajalah

Nasional
Eks Pegawai KPK Dinilai Akan Berkontribusi Positif di Kepolisian

Eks Pegawai KPK Dinilai Akan Berkontribusi Positif di Kepolisian

Nasional
UPDATE 3 Desember: Vaksinasi Covid-19 Lansia Dosis Pertama Capai 54,41 Persen

UPDATE 3 Desember: Vaksinasi Covid-19 Lansia Dosis Pertama Capai 54,41 Persen

Nasional
Gugat Prabowo, Eks Ketua DPC Gerindra Blora Ingin Pemecatannya Dibatalkan

Gugat Prabowo, Eks Ketua DPC Gerindra Blora Ingin Pemecatannya Dibatalkan

Nasional
Raih Penghargaan Wakaf Produktif, Dompet Dhuafa Bersemangat Tingkatkan Inovasi

Raih Penghargaan Wakaf Produktif, Dompet Dhuafa Bersemangat Tingkatkan Inovasi

Nasional
Mensos Risma Diminta Berinovasi, Bukan Minta Tunarungu Bicara

Mensos Risma Diminta Berinovasi, Bukan Minta Tunarungu Bicara

Nasional
Aturan Jadi ASN Polri Terbit, MAKI Berharap Eks Pegawai KPK Segera Dilantik

Aturan Jadi ASN Polri Terbit, MAKI Berharap Eks Pegawai KPK Segera Dilantik

Nasional
Peraturan Jadi ASN Polri Terbit, Eks Pegawai KPK Tunggu Undangan Kapolri

Peraturan Jadi ASN Polri Terbit, Eks Pegawai KPK Tunggu Undangan Kapolri

Nasional
Surya Sahetapy: Teman Tuli Punya Cara Komunikasi yang Beragam

Surya Sahetapy: Teman Tuli Punya Cara Komunikasi yang Beragam

Nasional
Koalisi Penyandang Disabilitas Anti-audism Desak Mensos Risma Minta Maaf

Koalisi Penyandang Disabilitas Anti-audism Desak Mensos Risma Minta Maaf

Nasional
Risma Minta Anak Tuli Bicara, Orangtua: Sangat Menyakiti Hati Saya

Risma Minta Anak Tuli Bicara, Orangtua: Sangat Menyakiti Hati Saya

Nasional
IM57+ Institute Bersedia Audit Harta Kekayaan Pimpinan KPK

IM57+ Institute Bersedia Audit Harta Kekayaan Pimpinan KPK

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.