8 Jam Diperiksa KPK, Eks Presdir Lippo Cikarang Bantah Beri Uang ke Bupati Bekasi

Kompas.com - 08/08/2019, 23:49 WIB
Mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Bartholomeus Toto (tengah) berjalan usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (8/8/2019). Toto yang menjadi tersangka, dimintai keterangan terkait kasus suap pengurusan perizinan Mega Proyek pembangunan Kota Modern Meikarta di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat yang juga menjerat sejumlah pejabat diantaranya Bekas Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin yang divonis 6 tahun penjara dan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa.   ANTARA FOTO/Reno Esnir/ama. ANTARA FOTO/RENO ESNIRMantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Bartholomeus Toto (tengah) berjalan usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (8/8/2019). Toto yang menjadi tersangka, dimintai keterangan terkait kasus suap pengurusan perizinan Mega Proyek pembangunan Kota Modern Meikarta di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat yang juga menjerat sejumlah pejabat diantaranya Bekas Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin yang divonis 6 tahun penjara dan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa. ANTARA FOTO/Reno Esnir/ama.

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang, Bartholomeus Toto, kembali membantah bahwa dirinya menyuap Bupati Bekasi, Neneng Hassanah Yasin, terkait kasus dugaan suap proyek Meikarta.

 

Sebelumnya, Toto diduga menyerahkan uang senilai Rp 10,5 miliar kepada Neneng.

"Mengenai yang media beritakan, kok Rp 10,5 miliar? sebetulnya waktu saya jadi saksi juga sudah saya bantah dalam persidangan. Dalam pemeriksaan tadi saya membantah lagi soal Rp 10,5 miliar itu," ujar Toto seusai diperiksa penyidik di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (8/8/2019).

Baca juga: Mantan Presdir Lippo Cikarang Jadi Tersangka Kasus Meikarta

Toto pun diperiksa oleh penyidik sekitar delapan jam sejak pukul 10.00 WIB. Ia keluar dari gedung KPK pukul 18.15 WIB.

Toto mengaku tak pernah memberikan uang sebanyak Rp 10,5 miliar untuk izin pembangunan kawasan Meikarta.

"Masalahnya saya enggak pernah memberikan. Enggak ada, jadi terakhir saya berdoa supaya proses ini cepat selesai," paparnya kemudian.

Toto sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka baru dalam kasus Meikarta pada Senin (29/7/2019).

Ia diduga menyuap Bupati Bekasi ketika itu, Neneng Hassanah Yasin, untuk mengurus perizinan proyek pembangunan Meikarta.

Toto menyetujui setidaknya 5 kali pemberian kepada Neneng, baik dalam bentuk dollar Amerika Serikat dan rupiah dengan nilai total Rp 10,5 miliar.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X