Pesan PKB untuk Gerindra: Kita Ini Enggak Usah Basa Basi...

Kompas.com - 08/08/2019, 05:45 WIB
Wakil Ketua TKN Jokowi-Maruf Amin, Abdul Kadir Karding, ditemui di Magelang, Senin (10/12/2018). KOMPAS.com/IKA FITRIANA Wakil Ketua TKN Jokowi-Maruf Amin, Abdul Kadir Karding, ditemui di Magelang, Senin (10/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding yakin Partai Gerindra meminta kursi pimpinan MPR RI kepada salah satu partai politik di dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK) sebagai syarat rekonsiliasi pasca-Pilpres 2019.

Apabila Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan hal sebaliknya di hadapan publik, Karding menyebut, pernyataan itu merupakan basa basi semata.

"Walaupun Mas Andre bilang tidak ada syarat rekonsiliasi, itu kan di permukaan. Tapi kan di politik itu mana ada yang gratis. Kita ini enggak usah basa basi," ujar Karding dalam sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (7/8/2019).

Baca juga: Isi Paket Pimpinan MPR Disarankan Gabungan Oposisi dan Koalisi Pemerintah


Dalam politik, lanjut Karding, rekonsiliasi pasti berbentuk power sharing. Jadi, tidak perlu malu mengutarakannya kepada masyarakat.

Meski demikian, Karding akan tetap menghormati apabila Gerindra bersikukuh mengatakan bahwa kursi pimpinan MPR RI bukanlah syarat rekonsiliasi di antara kubu Prabowo dengan Jokowi.

Karding hanya mengingatkan bahwa partai besutan Prabowo Subianto itu tidak boleh marah apabila kursi pimpinan MPR RI benar-benar tidak jatuh ke tangan kader Gerindra.

"Kalau memang tidak ada syarat rekonsiliasi, ya baik, bagus juga. Tetapi konsekuensinya, Gerindra jangan terlalu marah kalau enggak dapat kursi pimpinan MPR," ujar Karding.

PKB sendiri juga tertarik mendapatkan kursi pimpinan MPR. Bahkan, partai politik sesama anggota KIK juga mempunyai hasrat yang sama.

Oleh sebab itu, Karding berpendapat, dinamika perebutan kursi pimpinan MPR kali ini akan semakin menarik.

"Saya kira tetap nanti dinamis ya. Dapat diduga bahwa (perebutan) itu (terjadi) di internal koalisi, terutama karena ada paket. Misalnya Golkar ya pengen, PKB pengen, Gerindra pengen, ya wajar," lanjut dia.

Baca juga: Gerindra Yakin Kursi Pimpinan MPR Disepakati pada Menit Akhir

Diberitakan, Wasekjen Gerindra Andre Rosiade menegaskan, partainya tidak pernah menjadikan kursi ketua MPR sebagai syarat rekonsiliasi dengan KIK.

Meski, Andre tak menampik bahwa Gerindra juga menginginkan kursi pimpinan MPR itu.

"Kursi ketua MPR sebagai syarat rekonsilasi itu tidak, tapi kami tidak munafik bahwa sebagai peraih suara kedua Pileg 2019, kenapa kami tidak bisa mendapatkan salah satu pimpinan, kalau bisa berkonstribusi," kata Andre.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X