Kompas.com - 06/08/2019, 18:40 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) tiba di ruang Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2019 di Jakarta, Kamis (25/7/2019). Rapat tersebut mengambil tema Sinergi dan Inovasi Pengendalian Inflasi Untuk Penguatan Ekonomi yang Inklusif. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/ama. ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATWakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) tiba di ruang Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2019 di Jakarta, Kamis (25/7/2019). Rapat tersebut mengambil tema Sinergi dan Inovasi Pengendalian Inflasi Untuk Penguatan Ekonomi yang Inklusif. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/ama.
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla turut menjadi korban saat Jabodetabek mengalami mati lampu pada Minggu (6/8/2019).

Saat itu, Kalla tengah berada di kediaman pribadinya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Mati lampu, membuat Kalla dan keluarga uring-uringan lantaran tak bisa beraktifitas secara normal. 

"Kalau (rumah dinas) di Jalan Diponegoro sendiri enggak soal, karena ada back up generator. Tapi kalau di rumah saya di Kebayoran enggak ada," ungkap Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Hingga akhirnya, Kalla meminta bantuan PLN agar listrik di rumahnya yang tak memiliki generator, menyala. PLN pun langsung mengirim generator ke rumah Kalla.

Baca juga: Komisi VII Minta PLN Prioritaskan Kompensasi Pemadaman Listrik

Rumah Kalla pun kembali terang. Namun, Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) ini merasa tak enak hati lantaran banyak rumah tetangganya dan banyak masyarakat Indonesia lainnya yang masih padam.

"PLN kemudian bantulah. Jadi ada generator. Tetapi yang lain tidak bisa," lanjut Wapres.

Ia pun menyesalkan kejadian tersebut dan berharap tak terulang.

"Semua kita merasa menyesalkan kejadian itu karena kita kemudian kita sadar, saya kira juga Anda semua (kesulitan)," lanjut dia.

Sebelumnya, Jabodetabek, Banten, dan sebagian Jawa Barat serta Jawa Tengah mengalami mati listrik lebih dari enam jam. Bahkan, hingga Senin (5/6/2019) malam, masih ada sejumlah wilayah yang belum teraliri listrik secara normal.

Listrik baru kembali normal pada Selasa pagi.  

Baca juga: PLN Bakal Pangkas Gaji Karyawan untuk Bayar Ganti Rugi Mati Listrik

Senin malam, Direktur Bisnis Regional PLN Jawa Bagian Barat Haryanto WS menjelaskan bahwa terjadi gangguan pada jaringan penyalur listrik murah dari timur ke barat. 

"Kemudian terjadi gangguan di dua titik secara bersamaan antara Ungaran-Pemalang dan itu kemudian itu menjadikan tinggal 1 sirkuit, sehingga aliran listrik dari timur ke barat ini terhenti," ungkap Haryanto di kantor PLN Pusat, Jakarta Selatan.

"Alhamdullilah sudah bisa kita perbaiki dan kemudian normal kembali," tutur dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.