Sohibul Iman Tak Khawatir Kader PKS Gabung Garbi

Kompas.com - 05/08/2019, 19:56 WIB
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman usai Pembekalan Nasional Calon Anggota DPR dan DPRD Provinsi Terpilih periode 2019-2014, di Hotel Mercure Jakarta Batavia, Jakarta Barat, Senin (5/8/2019). KOMPAS.com/HaryantipuspasariPresiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman usai Pembekalan Nasional Calon Anggota DPR dan DPRD Provinsi Terpilih periode 2019-2014, di Hotel Mercure Jakarta Batavia, Jakarta Barat, Senin (5/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman mengaku tidak khawatir apabila kader partainya bergabung dengan Gerakan Arah Baru Indonesia ( Garbi) yang akan didaftarkan sebagai partai baru oleh Fahri Hamzah.

"Enggak (kader PKS gabung Garbi), insya Allah. Saya sudah bilang, saya percaya kepada kader PKS, sudah pada matang semua," kata Sohibul di Hotel Mercure Jakarta Batavia, Jakarta Barat, Senin (5/8/2019).

Baca juga: Fahri Hamzah Persilakan Kader-kader PKS Bergabung ke Garbi

Sohibul enggan mengomentari Garbi yang akan menjadi partai politik. Ia mengatakan, hal itu bukan menjadi urusan PKS.

"Bukan urusan kita, di luar PKS. Di luar PKS. Kita punya banyak (urusan), kok ngurusin di luar PKS," ujar dia.

Fahri Hamzah selaku inisiator Garbi akan mendaftarkan gerakan itu sebagai partai politik ke Kementerian Hukum dan HAM pada tahun ini.

Baca juga: Fahri Hamzah: Garbi Akan Daftar Jadi Partai Tahun Ini

Terkait kemungkinan kader PKS bergabung ke Garbi, Fahri tak mempermasalahkan hal itu. Ia pun meminta PKS tak khawatir akan kehadiran Garbi.

Fahri menjadi salah satu penggagas Garbi setelah dipecat sebagai kader PKS.

Namun, Garbi tidak hanya didirikan oleh Fahri Hamzah. Sejumlah tokoh PKS juga menjadi penggawa Garbi, antara lain seperti mantan Presiden PKS Anis Matta dan Mahfudz Siddiq.

Menurut Fahri, ide menjadikan Garbi sebagai partai politik didapat dari simpatisan Garbi selama setahun terakhir.

"Ada gerakan pemikiran yang telah dimulai oleh Garbi di seluruh Indonesia itu bisa kita teruskan menjadi sebuah gerakan politik berbentuk sebuah partai politik," kata Fahri pada 11 Juli 2019.

Partai Garbi nantinya juga akan terbuka dengan siapa pun selama mempunyai kesamaan dengan pandangan yang ditawarkan oleh Garbi.

"Kami tidak mau apa namanya basis itu berdasar pada politik aliran tradisional tetapi melintas batas kepada siapa saja yang menyepakati cara berpikir yang ditawarkan," ucap Fahri.

 

Saat ini, Garbi memang masih berbentuk organisasi kemasyarakatan atau ormas.

Sejumlah tokoh politik pun mendukung hadirnya Garbi sebagai sebuah ormas.

Saat deklarasi di Jakarta misalnya, deklarasi Garbi dihadiri sejumlah tokoh seperti Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X