Kompas.com - 04/08/2019, 17:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Cabang olahraga bulu tangkis menjadi salah satu tumpuan Indonesia di perlombaan tingkat internasional.

Bertahun-tahun, negara ini sukses menjadi pemenang di berbagai turnamen. Namun kemenangan yang paling diingat adalah ketika pasangan Susi Susanti dan Alan Budikusuma mempersembahkan dua buah medali emas dalam ajang Olimpiade 1992 yang diselenggarakan di Barcelona.

Susi Susanti, alet bulu tangkis Indonesia, saat menjuarai Olimpiade Barcelona 1992.KOMPAS/KARTONO RYADI Susi Susanti, alet bulu tangkis Indonesia, saat menjuarai Olimpiade Barcelona 1992.
Artikel Harian Kompas, 5 Agustus 1992 berjudul RI Rebut 2 Emas menyebutkan, dalam sejarah keikutsertaan di ajang Olimpiade, Indonesia baru pertama kali mempersembahkan dua medali emas sekaligus.

Susi Susanti yang saat itu berusia 22 tahun berhasil mengalahkan pemain Korea Selatan, Bang Soo-hyun dengan skor 5-11, 11-5, dan 11-3.

Tak lama berselang, satu jam kemudian, tunggal putra Alan Budikusuma berhasil mempersembahkan medali emas lainnya.

Dalam final yang mempertemukan dua wakil Indonesia itu, Alan mengalahkan Ardy B. Wiranata dua set langsung yakni 15-12, 18-13.

Kesuksesan memboyong dua medali ini membuat Indonesia kala itu menjadi negara Asia ketujuh yang mampu menggapai puncak tertinggi di arena Olimpiade.

Baca juga: Teaser Susi Susanti, Memori Kemenangan Sang Legenda di Olimpiade Barcelona

Dalam ajang olahraga ini, Indonesia juga memperoleh satu medali perak yang dipersembahkan pasangan ganda putra Eddy Hartono dan Gunawan. Pasangan ini harus puas di urutan kedua setelah kalah dari pasangan Korea Park Joo-bong dan Kim Moon-soo dengan skor 11-15. 7-15.

Selain itu, medali perunggu diperpoleh tunggal putra Hermawan Susanto yang kalah di semifinal saat melawan Ardy B. Wiranata. Secara total, Indonesia mendapatkan dua emas, dua perak, dan satu medali perunggu.

 

Dengan demikian, Indonesia pada perhelatan Olimpiade itu berhasil menjadi juara umum di cabang bulu tangkis.

Kemudian juara kedua diraih oleh Korea Selatan dengan capaian dua medali emas, sau perak, dan satu perunggu. Adapun China, saat itu berada di posisi ketiga dengan raihan satu medali perak dan empat perunggu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.