Ingin Bawa Lebih Banyak Air Zam-Zam Saat Haji atau Umrah? Coba Aplikasi Ini!

Kompas.com - 02/08/2019, 09:50 WIB
Ilustrasi Aplikasi TIPS Haji Umroh Instagram/@tips.inovasiIlustrasi Aplikasi TIPS Haji Umroh

JAKARTA, KOMPAS.comAir zam-zam menjadi oleh-oleh yang selalu dibawa jemaah haji maupun umrah saat kembali ke Tanah Air.

Tak sedikit jemaah yang ingin membawa pulang air zam-zam dalam jumlah yang banyak untuk dibagikan di kampung halaman.

Akan tetapi, ada batasan bagasi yang dibawa masing-masing jemaah, apalagi air zam-zam merupakan benda cair yang dibatasi saat membawanya melalui transportasi udara.

Salah satu yang bisa dicoba adalah menggunakan aplikasi digital bernama "TIPS Haji Umroh" yang memungkinkan seorang jemaah membawa pulang air zam-zam lebih banyak tanpa perlu khawatir dengan batasan kuota bagasi pesawat.

Baca juga: Menkominfo Libatkan Startup dalam Urusan Haji dan Umrah, DPR Keberatan

Operation Manager PT TIPS Inovasi Indonesia Lia Tedjokusumo menjelaskan, TIPS Haji Umroh adalah platform kargo udara khusus jemaah haji dan umrah yang pergerakan pengirimannya dapat dipantau langsung oleh pemesan melalui layar ponsel masing-masing.

“Bedanya, kami dengan kargo biasa, di aplikasi itu bisa di-tracking, bisa dimonitor sudah sampai titik mana. Selain itu, dengan mitra pengangkutan kita pastikan si kargo ini bisa memudahkan jemaah supaya mereka tidak perlu repot-repot membawa oleh-oleh banyak, terus nanti ada custom clearance,” kata Lia, saat dihubungi Kompas.com, pekan lalu.

Hingga saat ini, ada sejumlah jasa pengangkutan internasional yang menjad bagian dari TIPS Haji Umroh. Misalnya, Aramex, Mass Cargo, Skytrax, dan Delta Cargo.

Jemaah haji atau umroh dapat mengirimkan barang oleh-oleh melalui aplikasi TIPS Haji UmrohInstagram/@tips.inovasi Jemaah haji atau umroh dapat mengirimkan barang oleh-oleh melalui aplikasi TIPS Haji Umroh

Jemaah haji atau umrah harus mengunduh aplikasi di toko digital dan melakukan tahapan registrasi.

Selanjutnya, mendata barang apa saja yang akan dipaketkan ke Tanah Air.

Sementara, tarif dan estimasi barang sampai di tujuan akan ditampilkan di aplikasi setelah konsumen memasukkan data barang yang akan dikirim.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mayoritas Masyarakat Ingin Calon Kepala Daerah Pelanggar Protokol Kesehatan Didiskualifikasi

Mayoritas Masyarakat Ingin Calon Kepala Daerah Pelanggar Protokol Kesehatan Didiskualifikasi

Nasional
Partai Demokrat Minta Polisi Jangan Bertindak Berlebihan Terhadap Demonstran

Partai Demokrat Minta Polisi Jangan Bertindak Berlebihan Terhadap Demonstran

Nasional
Survei IPI: Mayoritas Setuju Aparat Semena-mena Terhadap yang Berseberangan Secara Politik

Survei IPI: Mayoritas Setuju Aparat Semena-mena Terhadap yang Berseberangan Secara Politik

Nasional
FSGI Ungkap Alasan Beri Nilai 55 untuk Program PJJ Nadiem Makarim

FSGI Ungkap Alasan Beri Nilai 55 untuk Program PJJ Nadiem Makarim

Nasional
Polisi Cari Pengendali Penyelundupan Senpi ke KKB di Papua

Polisi Cari Pengendali Penyelundupan Senpi ke KKB di Papua

Nasional
Survei IPI: 73,8 Persen Setuju Masyarakat Makin Sulit Berunjuk Rasa

Survei IPI: 73,8 Persen Setuju Masyarakat Makin Sulit Berunjuk Rasa

Nasional
Disorot, Bawaslu Daerah Loloskan Mantan Koruptor meski Belum Penuhi Masa Tunggu Pidana

Disorot, Bawaslu Daerah Loloskan Mantan Koruptor meski Belum Penuhi Masa Tunggu Pidana

Nasional
FSGI: Kami Beri Nilai 100 untuk Program Penghapusan UN

FSGI: Kami Beri Nilai 100 untuk Program Penghapusan UN

Nasional
UPDATE 25 Oktober: 2 Provinsi Tak Ada Kasus Baru, DKI Tertinggi

UPDATE 25 Oktober: 2 Provinsi Tak Ada Kasus Baru, DKI Tertinggi

Nasional
Hari Dokter Nasional, Ayo Bantu Garda Terdepan Lewat Gerakan 3M

Hari Dokter Nasional, Ayo Bantu Garda Terdepan Lewat Gerakan 3M

Nasional
UPDATE 25 Oktober: 168.918 Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 25 Oktober: 168.918 Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
Ini Kekurangan Bantuan Kuota Internet dari Kemendikbud Versi FSGI

Ini Kekurangan Bantuan Kuota Internet dari Kemendikbud Versi FSGI

Nasional
Survei IPI: Mayoritas Anggap Indonesia Kurang Demokratis

Survei IPI: Mayoritas Anggap Indonesia Kurang Demokratis

Nasional
UPDATE 25 Oktober: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Capai 62.649

UPDATE 25 Oktober: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Capai 62.649

Nasional
UPDATE 25 Oktober: Total Spesimen Covid-19 yang Diperiksa Capai 4.327.144

UPDATE 25 Oktober: Total Spesimen Covid-19 yang Diperiksa Capai 4.327.144

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X