Sebut Pencurian Data Masif, Fahri Hamzah Minta Presiden Terbitkan Perppu Perlindungan

Kompas.com - 31/07/2019, 20:12 WIB
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (31/7/2019). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOWakil Ketua DPR Fahri Hamzah saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (31/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah ikut menyoroti kasus jual-beli data pribadi kartu keluarga (KK) dan nomor induk kependudukan (NIK) di media sosial.

Fahri menilai, kasus pencurian data sudah darurat di Indonesia. Untuk itu, ia meminta presiden mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) tentang perlindungan data pribadi.

"Sebenarnya kalau yang darurat begini, saya minta presiden bikin perppu saja. Karena pencurian data warga negara ini sudah masif," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (31/7/2019).

Baca juga: Polri Kantongi Akun Pembuat Konten Dugaan Jual Beli Data Kependudukan

Fahri menyinggung "digital dictatorship" yang membuat pemegang data pribadi dapat memantau setiap aktivitas masyarakat.

Bahkan, lebih sering memantau aktivitas masyarakat dibandingkan pemerintah.

"Database kita dipegang orang, nanti orang itu memantau kehidupan warga negara lebih dari kemampuan kita sendiri memantau diri, dan apalagi pemerintah memantau kita sehingga nanti apa yang kita beli, apa yang kita pakai, semua itu dipengaruhi oleh pasar, oleh pemain-pemain yang memegang database," papar dia. 

Selanjutnya, Fahri meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk membuat aturan teknis terkait perlindungan data penduduk.

"Pokoknya Kemendagri beginilah, segera itu selesaikan e-ktp, dan segera bikin protokol perlindungan kepada data penduduk," ucap dia. 

Sebelumnya, beredar di media sosial informasi dari warganet mengenai jual-beli data pada KK dan NIK. Informasi ini diunggah pemilik akun Twitter pada (26/7/2019).

Ia mengunggah foto yang berisi jual-beli data pribadi yang dilakukan sejumlah akun di media sosial.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X