Wapres Sebut Indonesia Kekurangan Pengusaha Muslim

Kompas.com - 29/07/2019, 14:31 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) tiba di ruang Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2019 di Jakarta, Kamis (25/7/2019). Rapat tersebut mengambil tema Sinergi dan Inovasi Pengendalian Inflasi Untuk Penguatan Ekonomi yang Inklusif. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/ama. ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATWakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) tiba di ruang Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2019 di Jakarta, Kamis (25/7/2019). Rapat tersebut mengambil tema Sinergi dan Inovasi Pengendalian Inflasi Untuk Penguatan Ekonomi yang Inklusif. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/ama.
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai Indonesia kekurangan pengusaham muslim. Hal itu disampaikan Wapres saat membuka Rapat Kerja Nasional Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) di The Media Hotel, Jakarta, Senin (29/7/2019).

Kalla mengatakan, sedikitnya jumlah pengusaha muslim berakibat pada minimnya dana zakat yang terkumpul. Akibatnya, upaya perbaikan ekonomi berjalan lambat.

"Kelemahan kita sebagai umat Muslim ialah kekurangan pengusaha," ujar Wapres.

Baca juga: Kelakar Maruf Amin, Terpaksa Jadi Wakil Presiden Gantikan Jusuf Kalla

"Jadi kenapa kita berbicara zakat agak kurang karena kita kekurangan pengusaha membayar zakat," lanjut dia.

Ia berharap jumlah pengusaha muslim ke depan terus bertambah sehingga dana zakat yang terhimpun semakin besar.

Hal tersebut, kata Kalla, akan membantu pemerintah dalam membangun perekonomian.

Kalla menambahkan, keberadaan pengusaha baru juga membantu pemerintah dalam meningkatkan target penerimaan pajak. Dengan adanya pengusaha baru, kata Kalla, jumlah pajak usaha yang dibayarkan semakin banyak.

Baca juga: Wapres: Ibu-ibu daripada Bergosip Lebih Produktif Jadi Pengusaha

"Tentu para pengusaha lah yang maju yang dapat membayar pajak yang dapat tentu memajukan negeri ini. Karena tanpa pajak tidak mungkin negeri ini maju. Tanpa orang bekerja tidak mungkin negeri ini makmur," kata Kalla.

"Itulah harapan saya sekali lagi agar semuanya memberikan semangat. Marena modal pertama daripada pengusaha bukan modal (uang) tapi semangat. Kalau modal (uang) menjadi utama maka banyak orang jadi pengusaha. Tapi yang kurang adalah semangat berusaha," tambah Wapres.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X