Ketua DPP PKS: Rekonsiliasi Tak Akan Selesai dengan Pertemuan-pertemuan

Kompas.com - 27/07/2019, 14:24 WIB
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera saat ditemui di media center pasangan Prabowo-Sandiaga, Jakarta Selatan, Jumat (10/5/2019). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOKetua DPP PKS Mardani Ali Sera saat ditemui di media center pasangan Prabowo-Sandiaga, Jakarta Selatan, Jumat (10/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) Mardani Ali Sera menilai, rekonsiliasi tidak akan selesai dengan hanya pertemuan antarelite partai politik. Menurutnya, rekonsiliasi tuntas jika ada parpol yang berani menyatakan oposisi.

" Rekonsiliasi tidak selesai dengan pertemuan-pertemuan. Rekonsiliasi selesai dengan edukasi publik ketika ada yang berani menyatakan kami oposisi," ujar Mardani saat menjadi pembicara dalam diskusi polemik bertajuk "Utak-Atik Manuver Elite" di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (27/7/2019).

Baca juga: Megawati-Prabowo Bertemu, Jusuf Kalla Sebut dalam Rangka Rekonsiliasi

Hal itu disampaikan Mardani menyusul pertemuan antarelite parpol, seperti pertemuan Ketua Umum Nasdem, PKB, PPP, dan Golkar di DPP Nasdem. Lalu, pertemuan antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.


Menurut Mardani, rekonsiliasi akan tercapai apabila ada parpol yang berani memutuskan menjadi oposisi dalam lima tahun ke depan. Baginya, pemerintah memerlukan keseimbangan dan oposisi menjalankan fungsi tersebut.

"Karena bagaimanapun kami harus memberikan contoh ke publik bahwa oposisi itu mulia, oposisi itu baik, oposisi itu juga sehat, bahkan pemerintahan yang kuat memerlukan oposisi yang kuat," katanya.

Baginya, pertemuan antarelite parpol menjadi kurang penting jika tidak ada kejelasan sikap arah politiknya ke depan. Menurutnya, publik sudah cerdas dan mampu melihat beragam metafora yang terjadi pada pertemuan-pertemuan elite parpol.

"Kalau sekarang ada pertemuan, mau nasi goreng, sop buntut, atau apa, janganlah dibesar-besarkan ke publik. Publik itu sudah cerdas kok, enggak perlu lagi berbagai macam metafora. Cukup jelaskan saja arah politiknya ke depan, koalisi pemerintah monggo, oposisi yang kritis, konstruktif juga sehat," ucap Mardani.

Diketahui, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri menerima kedatangan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di rumahnya di Jalan Teuku Umar, Jakarta, Rabu 24 Juli 2019.

Baca juga: Puan Maharani Akui Budi Gunawan Kerja Senyap demi Rekonsiliasi

Pada hari yang sama, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, di kantornya, menerima Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Sebelumnya, Senin, 22 Juli 2019, Surya Paloh juga menerima kunjungan tiga ketua umum parpol anggota koalisi Jokowi-Ma'ruf. Mereka yang hadir adalah Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, dan Plt Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa.

Pertemuan tersebut disebut untuk menegaskan bahwa koalisi parpol pendukung Jokowi-Ma'ruf solid. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X