Kompas.com - 26/07/2019, 18:41 WIB
Kepulan asap keluar dari Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (23/7/2019). Berdasarkan hasil rekaman seismograf pos pengamatan PVMBG Tangkuban Parahu mencatat, pada 21 Juli 2019 terpantau terjadi 425 kali gempa hembusan Gunung Tangkuban Parahu serta kegempaan tremor harmonik berjumlah dua kali dengan amplitudo 1.5-2 mm serta durasi 44-45 detik. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/pd. ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISIKepulan asap keluar dari Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (23/7/2019). Berdasarkan hasil rekaman seismograf pos pengamatan PVMBG Tangkuban Parahu mencatat, pada 21 Juli 2019 terpantau terjadi 425 kali gempa hembusan Gunung Tangkuban Parahu serta kegempaan tremor harmonik berjumlah dua kali dengan amplitudo 1.5-2 mm serta durasi 44-45 detik. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/pd.
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com- Kawasan wisata Gunung Tangkuban Parahu, Jawa Barat, ditutup sementara pascaerupsi gunung tersebut pada Jumat (26/7/2019), sore tadi sekitar pukul 15.48 WIB.

Pelaksana Harian Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo meminta masyarakat untuk tidak mendekati Kawah Ratu dan Kawah Upas yang berada di Gunung Tangkuban Paragu.

"Masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu dan pengunjung, wisatawan, pendaki tidak diperbolehkan turun mendekati dasar kawah Ratu dan Kawah Upas," ujar Agus dalam keterangan tertulis, Jumat. 

"Dan tidak boleh menginap dalam kawasan kawah-kawah aktif yang ada di dalam kompleks Gunung Tangkuban Parahu," kata Agus.

Baca juga: Tangkuban Parahu Meletus Tiba-Tiba, Ini Catatan dari Ahli

Agus menuturkan, masyarakat juga diimbau menjauhi kawah-kawah Gunung Tangkuban Parahu ketika cuaca mendung dan hujan.

Ini dikarenakan terdapat gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan kehidupan manusia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih lanjut, Agus meminta masyarakat mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului gejala-gejala vulkanik yang jelas.

Baca juga: Tangkuban Parahu Erupsi, Warga Bandung Barat dan Subang Terdampak

Kendati demikian, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak benar.

Masyarakat dapat memonitor peringatan maupun informasi dari pemerintah daerah atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Kompas TV Gunung Tangkuban Parahu (Kawah Rautu) erupsi dengan tinggi kolom abu setinggi 200 meter pada Jumat (26/7/2019) pukul 15.47 WIB. Hasil pantauan PVMBG dan pos pengamatan Gunung Tangkuban Parahu kolom abu condong kea rah timur laut dan selatan. Petugas terkait meminta masyarakat, pengunjung, wisatawan dan pendaki di sekitar Gunung Tangkuban Parahu untuk menjauhi area Gunung Tangkuban Parahu dan kawah aktif di sekitarnya. Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG, Hendra Gunawan mengatakan erupsi terjadi selama 5 menit. PVMBG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan berhati-hati dengan radius 500 meter dari kawah. Berikut keterangan lengkap Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG, Hendra Gunawan. #GunungTangkubanPerahu #GunungTangkubanParahu #Erupsi
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.