Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Dibubarkan, Bagaimana di Daerah?

Kompas.com - 26/07/2019, 09:34 WIB
Pasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor urut 01 Joko Widodo (tengah depan)-Maruf Amin (kiri depan) didampingi Ketua dewan pengarah tim kampanye nasional Jokowi-Maruf Amin, Jusuf Kalla (kanan depan) serta tokoh politikn lainnya berorasi dihadapan para pendukung saat mengikuti Konser Putih Bersatu dalam rangka Kampanye Akbar Pasangan Capres no urut 01 di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (13/4/2019). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/hp. NOVA WAHYUDIPasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor urut 01 Joko Widodo (tengah depan)-Maruf Amin (kiri depan) didampingi Ketua dewan pengarah tim kampanye nasional Jokowi-Maruf Amin, Jusuf Kalla (kanan depan) serta tokoh politikn lainnya berorasi dihadapan para pendukung saat mengikuti Konser Putih Bersatu dalam rangka Kampanye Akbar Pasangan Capres no urut 01 di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (13/4/2019). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/hp.
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin akan resmi dibubarkan pada Jumat (26/7/2019) sore ini.

Peresmian pembubaran akan dilakukan langsung oleh Jokowi di restoran Seribu Rasa, Menteng, Jakarta Pusat, pukul 16.00 WIB.

Lalu bagaimana dengan Tim Kampanye Daerah ( TKD) yang sudah dibentuk di tiap provinsi, kabupaten/kota?

Wakil Sekretaris TKN Verry Surya Hendrawan mengatakan, TKD juga akan turut dibubarkan seiring dengan bubarnya TKN.

"Pembubaran TKN ini akan diikuti segera dengan pembubaran TKD di 34 provinsi, dan seluruh kabupaten dan kota di seluruh Indonesia," kata Verry kepada Kompas.com, Jumat (26/7/2019).

Baca juga: Setelah TKN Dibubarkan, KIK Dipastikan Tetap Solid

Menurut Verry, pembubaran TKD itu akan dilakukan oleh pimpinan di masing-masing daerah.

"Semua kader-kader parpol dan anggota ormas atau relawan akan kembali ke wadah organisasi masing-masing," kata Verry.

Menurut dia, pada dasarnya tugas TKD sama dengan TKN, yakni untuk mengantarkan Jokowi-Ma'ruf memenangi Pilpres 2019. Hanya saja, lingkup kerja TKD lebih terfokus ke daerah masing-masing.

Kini, tugas itu telah selesai setelah Jokowi-Ma'ruf ditetapkan sebagai presiden dan wakil presiden terpilih 2024.

"Tim ini telah bekerja sesuai dengan arahan dari paslon: untuk selalu berkampanye dan berkontestasi dengan cara-cara yang konstitusional, jujur, amanah dan sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia," kata dia.

Baca juga: Jumat Sore Ini, Jokowi Sendiri yang akan Bubarkan TKN

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Angka Kematian Pasien Covid-19 Naik 18,9 Persen dalam Sepekan

Angka Kematian Pasien Covid-19 Naik 18,9 Persen dalam Sepekan

Nasional
Satgas: Kantor Pemerintah dan Swasta Masih Lengah Terapkan Protokol Kesehatan

Satgas: Kantor Pemerintah dan Swasta Masih Lengah Terapkan Protokol Kesehatan

Nasional
Ketua Komisi I DPR RI: Pelibatan TNI Atasi Terorisme Bukan Hal Baru

Ketua Komisi I DPR RI: Pelibatan TNI Atasi Terorisme Bukan Hal Baru

Nasional
Bawaslu Minta Pimpinan Parpol Ikut Cegah Kerumunan Selama Pilkada

Bawaslu Minta Pimpinan Parpol Ikut Cegah Kerumunan Selama Pilkada

Nasional
Mahfud Ajak Parpol Sosialisasikan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan di Pilkada

Mahfud Ajak Parpol Sosialisasikan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan di Pilkada

Nasional
BNPB: September, Kualitas Udara di DKI Lebih Baik Salah Satunya karena Pandemi

BNPB: September, Kualitas Udara di DKI Lebih Baik Salah Satunya karena Pandemi

Nasional
50 Kabupaten/Kota Penyelenggara Pilkada Masuk Kategori Rawan Tinggi Terkait Covid-19

50 Kabupaten/Kota Penyelenggara Pilkada Masuk Kategori Rawan Tinggi Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 22 September: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Mencapai 58.788

UPDATE 22 September: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Mencapai 58.788

Nasional
Satgas Covid-19 Minta Perusahaan Tes Swab Rutin Karyawan

Satgas Covid-19 Minta Perusahaan Tes Swab Rutin Karyawan

Nasional
Ribuan Tenaga Medis Positif Covid-19 dan Ratusan Meninggal Dunia Selama Pandemi

Ribuan Tenaga Medis Positif Covid-19 dan Ratusan Meninggal Dunia Selama Pandemi

Nasional
Karhutla Landa 532,59 Hektar, Polisi Tetapkan 139 Tersangka

Karhutla Landa 532,59 Hektar, Polisi Tetapkan 139 Tersangka

Nasional
Menteri PPPA: Rancangan PP tentang Kebiri Kimia Sedang Berproses di Setneg

Menteri PPPA: Rancangan PP tentang Kebiri Kimia Sedang Berproses di Setneg

Nasional
4.071 Kasus Baru Covid-19 Tersebar 32 Provinsi, DKI Catat Penambahan Tertinggi

4.071 Kasus Baru Covid-19 Tersebar 32 Provinsi, DKI Catat Penambahan Tertinggi

Nasional
Bawaslu: Penetapan Calon dan Pengambilan Nomor Urut Pilkada Rawan Kerumunan

Bawaslu: Penetapan Calon dan Pengambilan Nomor Urut Pilkada Rawan Kerumunan

Nasional
UPDATE 22 September: 109.721 Orang Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 22 September: 109.721 Orang Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X