Perjalanan Politik Megawati, dari Pengusaha Pom Bensin hingga Penguasa Medan Merdeka Utara

Kompas.com - 26/07/2019, 06:30 WIB
Megawati Soekarnoputri. KOMPAS/YUNIADHI AGUNGMegawati Soekarnoputri.

Megawati seolah merepresentasikan karisma ayahnya. Gambar-gambar Soekarno bermunculan dalam kampanye PDI.

Hasilnya, PDI mampu merebuat 40 kursi DPR pada Pemilu 1987. Angka yang fantastis kala itu karena dalam pemilu 1982 PDI hanya mampu meraih 24 kursi.

Megawati terpilih menjadi anggota DPR. Dalam struktur partai, ia juga didapuk sebagai Ketua PDI cabang Jakarta Pusat.

Sejak itu, kehidupan Megawati tak lagi sama. Karir politiknya perlahan tapi pasti terus melesat.

Aku naar Merdeka Utara

Seperti diketahui, PDI merupakan gabungan dari sejumlah partai yaitu Partai Nasional Indonesia (PNI), Partai Musyawarah Rakyat Banyak (Partai Murba), Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI), Partai Kristen Indonesia, dan Partai Katolik.

Soeharto menyederhanakan eksistensi partai-partai politk di awal kekuasaannya melaui fusi atau penggabungan sehingga hanya tersisa tiga partai yaitu Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, dan PDI.

Kiprah Megawati di PDI membuat sejumlah politisi senior dari partai-partai itu khawatir. Megawati dianggap terlalu muda, belum punya pengalaman, belum siap masuk politik.

PDI saat itu pun masih dibawah kontrol Soeharto. Orang-orang yang anti Soekarno pun ada di partai itu.

Suatu hari di awal 1990-an, Megawati Soekarnoputri diundang ke rumah keluarga Supeni, pendiri Partai Nasional Indonesia (PNI), di bilangan Menteng, Jakarta Pusat.

Dikutip dari buku Megawati: Anak Putra Sang Fajar (2012), Supeni dan sejumlah tokoh ingin tahu alasan Megawati masuk ke PDI yang kala itu dipimpin Soerjadi, orang yang disetujui Soeharto memimpin PDI.

"Anak kita mau ke mana sebenarnya, kok mendaftar masuk partai PDI?" tanya Manai Sophiaan, politikus PNI yang juga hadir dalam pertemuan itu.

Sambil tersenyum, dengan tenang Megawati menjawab, "Aku naar (menuju, bahasa Belanda) Merdeka Utara," kata Megawati.

Merdeka Utara yang dimaksud Megawati merujuk pada nama jalan yang melintas di depan Istana Negara. Putri Soekarno ingin merebut pucuk pimpinan di negeri ini, menjadi presiden.

Ruangan saat itu berubah hening. Jawaban Megawati menuai haru dari para senior-seniornya. Para pengagum Bung Karno itu luluh akan tekad Sang Putri.

Merebut PDI

Bergabungnya Megawati di PDI mendongkrak popularitas partai berlambang banteng itu. Melejitnya suara PDI pada pemilu 1987 dan 1992 mengkhawatirkan penguasa Orde Baru. Begitu pula Ketua Umum PDI Soerjadi yang ketokohannya tersaingi oleh Megawati waktu itu.

Rekayasa dan konflik internal pun diciptakan di tubuh PDI.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X