Bacakan Pleidoi, Terdakwa Korupsi SPAM Teringat Istri, Anak, dan Orangtua

Kompas.com - 24/07/2019, 12:59 WIB
Tiga terdakwa kasus dugaan suap proyek-proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kementerian PUPR Teuku Mochamad Nazar (kiri), Anggiat P Nahot Simaremare (tengah) dan Donny Sofyan Arifin (kanan) bersiap untuk menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (17/7/2019). Jaksa Penuntut Umum KPK menuntut terdakwa I Anggiat P Nahot Simaremare delapan tahun penjara denda Rp400 juta subsider empat bulan kurungan, terdakwa II Donny Sofyan Arifin lima tahun penjara denda Rp300 juta subsider tiga bulan kurungan, terdakwa III Teuku Mochamad Nazar delapan tahun penjara denda Rp500 juta subsider 4 bulan kurungan, dan terdakwa IV Meina Woro Kustinah lima tahun enam bulan penjara denda Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan karena terbukti bersalah menerima suap. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/ama. ANTARA FOTO/Rivan Awal LinggaTiga terdakwa kasus dugaan suap proyek-proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kementerian PUPR Teuku Mochamad Nazar (kiri), Anggiat P Nahot Simaremare (tengah) dan Donny Sofyan Arifin (kanan) bersiap untuk menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (17/7/2019). Jaksa Penuntut Umum KPK menuntut terdakwa I Anggiat P Nahot Simaremare delapan tahun penjara denda Rp400 juta subsider empat bulan kurungan, terdakwa II Donny Sofyan Arifin lima tahun penjara denda Rp300 juta subsider tiga bulan kurungan, terdakwa III Teuku Mochamad Nazar delapan tahun penjara denda Rp500 juta subsider 4 bulan kurungan, dan terdakwa IV Meina Woro Kustinah lima tahun enam bulan penjara denda Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan karena terbukti bersalah menerima suap. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/ama.

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdakwa Kasatker Sistem Penyediaan Air Minum ( SPAM) Strategis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Anggiat Partunggul Nahat Simaremare meminta maaf kepada keluarga besarnya karena terjerat kasus korupsi.

Anggiat merupakan terdakwa kasus dugaan suap terkait proyek SPAM Kementerian PUPR dan penerimaan gratifikasi terkait jabatannya.

"Saya memohon maaf kepada istri saya, orangtua saya yang telah lanjut umurnya, keluarga besar saya. Karena kasus ini, mereka semua merasa malu dan sedih bercampur menjadi satu. Walaupun mereka tidak terlibat dengan kesalahan yang saya lakukan," kata Anggiat saat membacakan pleidoi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (24/7/2019).

Anggiat pun memohon agar majelis hakim bisa memberikan keringanan hukuman kepada dirinya. Sebab, istrinya saat ini hidup sendirian dan dalam kondisi sakit-sakitan dan harus menjalani pengobatan secara rutin.

Baca juga: Kasatker SPAM Strategis Kementerian PUPR Dituntut 8 Tahun Penjara

"Kemudian yang kedua alasannya adalah saya memiliki orang tua yang telah lanjut usia, bapak berumur 83 tahun dan mama berumur 81 tahun yang tinggal di Pontianak dan memerlukan perhatian lebih karena beberapa penyakit yang diderita mereka," kata dia.

Ketiga, lanjut Anggiat, ia teringat dengan anak asuh yang dirawat oleh dirinya bersama istri. Anggiat mengaku ingin tetap mengasuh mereka.

"Secara periodik kami mengunjungi mereka guna memberi semangat dan motivasi bahwa mereka pun bisa seperti orang lain untuk berkarya dan menjadi berkat," kata Anggiat.

Sebelumnya, Anggiat dituntut 8 tahun penjara oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia juga dituntut membayar denda sebesar Rp 400 juta subsider 4 bulan kurungan. 

Jaksa tidak menuntut pembayaran uang pengganti mengingat seluruh penerimaan suap dan gratifikasi oleh Anggiat telah disita KPK.

Anggiat dianggap terbukti menerima suap Rp 4,9 miliar dan 5.000 dollar Amerika Serikat.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X