Kelakar Hakim MK Soal Saksi yang Tidak Diterima di Surga dan Neraka

Kompas.com - 23/07/2019, 12:54 WIB
Hakim Konstitusi Saldi Isra (kiri), Arief Hidayat (tengah) dan Manahan MP Sitompul (kanan) berbincang saat memimpin sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) presiden dan wakil presiden di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (20/6/2019). Sidang tersebut beragendakan mendengarkan keterangan saksi dan ahli dari termohon atau dari pihak KPU. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAHakim Konstitusi Saldi Isra (kiri), Arief Hidayat (tengah) dan Manahan MP Sitompul (kanan) berbincang saat memimpin sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) presiden dan wakil presiden di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (20/6/2019). Sidang tersebut beragendakan mendengarkan keterangan saksi dan ahli dari termohon atau dari pihak KPU.

JAKARTA, KOMPAS.com - Hakim Mahkamah Konstitusi ( MK) Arief Hidayat mengingatkan saksi yang hadir dalam sidang sengketa hasil pemilu legislatif, Selasa (23/7/2019), tidak memberikan keterangan palsu. Arief meminta saksi memberikan keterangan sesuai dengan fakta.

Hal ini disampaikan Arief saat memeriksa saksi kepala desa bernama Bahruddin yang dihadirkan caleg Gerindra DPR RI daerah pemilihan Jawa Timur 11, Moh Nizar Zahro.

Dalam gugatan, Nizar mempersoalkan berkurangnya perhitungan perolehan suaranya.

"Seluruh saksi yang sudah disumpah itu, tidak hanya saudara, kalau memberi keterangan palsu tidak hanya dituntut di pengadilan dan saudara dipidana karena memberikan keterangan palsu. Ini perlu saya ingatkan lagi bagi saksi pemohon, termohon dan pihak terkait," kata Arief di Gedung MK, Jakarta Pusat.

Baca juga: Saat Saksi Panggil Arief Hidayat Pak Ketua MK dalam Persidangan

Arief kemudian melontarkan kelakar. Menurut dia, ada tiga golongan saksi di MK. Pertama saksi yang masuk surga. Kedua, saksi masuk neraka dan ketiga, saksi yang tidak diterima di surga maupun neraka.

Saksi yang memberikan keterangan palsu inilah, kata Arief, yang kelak tidak akan diterima di surga maupun neraka.

"Kalau neraka nggak mau terima, itu di gedung MK masih banyak orang-orang yang di neraka nggak mau terima. Kalau kita lembur malam, masih sering diganggu," kelakar Arief.

Namun demikian, Arief mengatakan, kelaakrnya bukan ditujukan pada saksi Bahruddin. Sebab, Bahruddin telah memberikan keterangan dengan baik.

"Tapi bukan untuk Pak Kades (Bahruddin) lhoya," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X