Hari Ini dalam Sejarah: Di Balik Penetapan 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional

Kompas.com - 23/07/2019, 11:09 WIB
ilustrasi peringatan Hari Anak: Anak-anak bermain lompat tali dari karet gelang Shutterstock/ Ekachai prasertkaewilustrasi peringatan Hari Anak: Anak-anak bermain lompat tali dari karet gelang

JAKARTA, KOMPAS.com - Hari ini, 23 Juli 2019, merupakan peringatan Hari Anak Nasional.

Peringatan yang selalu berlangsung setiap tahun.

Hari Anak awalnya diperingati pada tanggal 6 Juni dengan nama Hari Kanak-kanak.

Seperti apa kisah di balik penetapan 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional?

Harian Kompas, 30 Mei 1967, menuliskan, Dewan Pimpinan Kongres Wanita Indonesia (Kowani) saat itu memutuskan Hari Kanak-kanak Indonesia dicabut dan diganti dengan Pekan Kanak-kanak Nasional Indonesia.

Adapun untuk waktunya, jatuh pada libur kuartal pertengahan tahun.

Baca juga: Hadiah Hari Anak Nasional, Tim Olimpiade Biologi Sabet Medali Emas

Meski demikian, seperti dikutip dari Harian Kompas, 17 Juni 1984, peringatan Hari Anak-anak Nasional sudah berlangsung sejak lama dan diperingati pada 17 Juni.

Penetapan tanggal ini sebagai Hari Anak dilakukan sejak tahun 1951.

Namun, ada pertanyaan dari sejumlah pihak termasuk Menteri P dan K, Daoed Joesoef mengenai alasan penetapan tanggal itu.

Ia juga mengusulkan untuk mengganti tanggal peringatan menjadi 3 Juli karena pada tanggal itu merupakan berdirinya Taman Indria yang juga Hari Taman Siswa.

Selain Daoed Jusuf, usul penggantian peringatan Hari Anak Nasional diajukan oleh DPP Gabungan organisasi Penyelenggaara Taman Kanak-kanak Indonesia (GOPTKI).

Harian Kompas, 18 Juni 1984, menuliskan, alasan penggantian tanggal Hari Anak karena ada nilai historis pada hari itu, yakni lahirnya Undang-Undang Kesejahteraan RI No. 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak.

Baca juga: Hari Anak Nasional, Jangan Lembur Ini Diskon dan Promo untuk Anak!

Usul ini pun disetujui oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nugroho Notosusanto.

Akhirnya, peringatan Hari Anak Nasional pada 23 Juli ditetapkan pada 1984 melalui Keputusan Presiden RI No 44 tahun 1984.

Setahun kemudian, pada 1985, Hari Anak mulai dirayakan pada 23 Juli.

Pada penetapan hari tersebut, disetujui pula sistem orangtua angkat bagi anak-anak yang tidak mampu.

Di dunia, selain hampir setiap negara memiliki tanggal peringatan Hari Anak, ada pula perayaan Hari Anak Universal atau World's Children Day.

Hari Anak Universal diperingati setiap 20 November, sementara Hari Anak Internasional setiap 1 Juni.

Hari Anak Internasional untuk pertama kalinya dirayakan pada Juni 1857.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Siapkan 4.100 Kamar Hotel di DKI untuk Isolasi Mandiri Pasien Covid-19

Pemerintah Siapkan 4.100 Kamar Hotel di DKI untuk Isolasi Mandiri Pasien Covid-19

Nasional
Pemerintah Pastikan Biaya Tes Usap Tak akan Beratkan Masyarakat

Pemerintah Pastikan Biaya Tes Usap Tak akan Beratkan Masyarakat

Nasional
Perseteruan Kasat Sabhara Polres Blitar dengan Atasannya, Mabes Polri Terjunkan Paminal

Perseteruan Kasat Sabhara Polres Blitar dengan Atasannya, Mabes Polri Terjunkan Paminal

Nasional
Dua Pekan Luhut Pimpin Penanganan Covid-19, Kasus Aktif di 10 Provinsi Diklaim Menurun

Dua Pekan Luhut Pimpin Penanganan Covid-19, Kasus Aktif di 10 Provinsi Diklaim Menurun

Nasional
Jokowi Sebut Pariwisata Akan Kembali Pulih Setelah Vaksin Disuntikkan

Jokowi Sebut Pariwisata Akan Kembali Pulih Setelah Vaksin Disuntikkan

Nasional
Setahun Kinerja Parlemen, Formappi: DPR Pendukung Setia Pemerintah

Setahun Kinerja Parlemen, Formappi: DPR Pendukung Setia Pemerintah

Nasional
Mahfud Bantah Pemerintah Terapkan Pendekatan Keamanan di Papua

Mahfud Bantah Pemerintah Terapkan Pendekatan Keamanan di Papua

Nasional
Periksa Tersangka Kasus Laboratorium Madrasah, KPK Konfirmasi Perintah Terkait Lelang

Periksa Tersangka Kasus Laboratorium Madrasah, KPK Konfirmasi Perintah Terkait Lelang

Nasional
Pemerintah dan DPR Mulai Bahas Draf Perpres TNI Atasi Terorisme

Pemerintah dan DPR Mulai Bahas Draf Perpres TNI Atasi Terorisme

Nasional
Tak Bisa Prediksi Puncak Covid-19, Satgas: Semua Tergantung Masyarakat

Tak Bisa Prediksi Puncak Covid-19, Satgas: Semua Tergantung Masyarakat

Nasional
Ini Alasan Banten dan Aceh Masuk Provinsi Prioritas Penanganan Covid-19

Ini Alasan Banten dan Aceh Masuk Provinsi Prioritas Penanganan Covid-19

Nasional
Mahfud Sebut TNI-Polri Tak Bisa Akses Periksa Jenazah Pendeta Yeremia

Mahfud Sebut TNI-Polri Tak Bisa Akses Periksa Jenazah Pendeta Yeremia

Nasional
Jaringan Masyarakat Sipil Dorong RUU PKS Dimasukkan Prolegnas Prioritas 2021

Jaringan Masyarakat Sipil Dorong RUU PKS Dimasukkan Prolegnas Prioritas 2021

Nasional
Satgas: Jangan Kucilkan Pasien Covid-19

Satgas: Jangan Kucilkan Pasien Covid-19

Nasional
Indonesia Minta Bantuan Alat Rapid Test Antigen ke WHO

Indonesia Minta Bantuan Alat Rapid Test Antigen ke WHO

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X