Sesepuh Kejaksaan Harap Jaksa Agung Selanjutnya dari Internal dan Bukan Politisi

Kompas.com - 21/07/2019, 18:15 WIB
Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Sudono Iswahyudi (kedua dari kiri) dalam konferensi pers bertajuk Kriteria Jaksa Agung yang Dikehendaki Keluarga Besar Purna Adhyaksa, di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (21/7/2019).KOMPAS.com/Devina Halim Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Sudono Iswahyudi (kedua dari kiri) dalam konferensi pers bertajuk Kriteria Jaksa Agung yang Dikehendaki Keluarga Besar Purna Adhyaksa, di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (21/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Keluarga Besar Purna Adhyaksa berharap jaksa agung ideal yang nantinya akan dipilih Presiden Joko Widodo untuk periode 2019-2024 merupakan jaksa karier.

Hal itu diungkapkan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Sudono Iswahyudi dalam konferensi pers bertajuk "Kriteria Jaksa Agung yang Dikehendaki Keluarga Besar Purna Adhyaksa", di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (21/7/2019).

"Kami menyimpulkan bahwa memang perlu kami sarankan tim kejaksaan, figur jaksa agung yang memang dari internal namun juga yang memiliki pengalaman di luar dan berhasil," ujar Sudono.

Menurut mereka, calon jaksa agung dapat berasal dari jaksa karier yang masih aktif maupun yang sudah purnabakti. Namun, jaksa yang sudah purna maksimal berumur 62 tahun.


Baca juga: Kejaksaan Agung Kirim 5 Nama Jaksa Ikut Seleksi Capim KPK

Dalam pandangan Purna Adhyaksa, kelebihan jaksa karier yang telah memiliki pengalaman di luar kejaksaan yaitu sudah memahami budaya internal, dinilai memahami manajemen internal, tidak membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan internal, memahami anggota sehingga mudah mengatur mutasi, serta memiliki jaringan di luar institusi.

Di sisi lain, ada pula kekurangannya. Misalnya, rasa sungkan dengan rekan kerjanya, serta kemungkinan pengaruh eksternal dalam mutasi atau promosi jabatan.

Hal senada juga diungkapkan Mantan Direktur Penyidikan Kejagung Chairul Imam serta Mantan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Barman Zahir dalam konferensi pers tersebut.

Mereka, yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Negara Hukum, menilai bahwa jaksa agung dari kalangan internal adalah yang paling ideal.

Sementara itu, mereka berharap bahwa jaksa agung yang nantinya akan dipilih oleh Presiden Joko Widodo tidak berasal dari kalangan politisi.

Menurut Chairul, hal itu berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

"Kalau bisa bebas dari politik praktis. Konflik kepentingan itu salah satu kendala di kejaksaan," ujar Chairul.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X