Kompas.com - 21/07/2019, 10:07 WIB
Jaksa Agung Muhammad Prasetyo (kedua dari kanan) berziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (21/7/2019), dalam rangka peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-59. KOMPAS.com/Devina HalimJaksa Agung Muhammad Prasetyo (kedua dari kanan) berziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (21/7/2019), dalam rangka peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-59.

JAKARTA, KOMPAS.com - Jaksa Agung Muhammad Prasetyo berziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (21/7/2019), dalam rangka peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-59.

"Jadi ziarah ke TMP ini sekali lagi untuk mengukuhkan kesadaran, tekad, dan semangat jajaran kejaksaan untuk semakin meningkatkan pengabdiannya dengan sepenuh hati, mendukung dan mewujudkan Indonesia yang maju, yang unggul di bawah bingkai NKRI," ujar Prasetyo di lokasi.

Baca juga: Dua Jaksa yang Dirokemendasikan Kejaksaan Agung Daftar Capim KPK

Acara dimulai dengan upacara dan diikuti dengan tabur bunga ke beberapa makam mantan jaksa agung. Beberapa makam yang diziarahi, antara lain Andi Muhammad Ghalib, Soegiharto, Singgih, serta Baharuddin Lopa.

Prasetyo didampingi mantan Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh (2004- 2008) dan sejumlah petinggi Kejaksaan Agung lainnya.

Menurutnya, para pendahulu serta pahlawan lainnya sudah mengorban jiwa dan tenaga bagi bangsa ini.

Baca juga: Kejaksaan Agung Pastikan Tak Ada Negosiasi atau Kompetisi dengan KPK

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oleh karena itu, sebagai generasi penerus, ia mengatakan bahwa melanjutkan cita-cita para pahlawan menjadi kewajiban mereka.

"Kita sekarang tinggal bagaimana melanjutkan cita-cita perjuangan mereka, mengisi kemerdekaan ini dengan melaksanakan tugas pengabdian masing-masing dengan penuh integritas, dan penuh pengabdian, dan sepenuh hati," ungkapnya.

Kompas TV Kejaksaan Agung mencopot 3 jaksa yang terkena OTT KPK terkait dugaan suap penanganan kasus di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Satu jaksa sudah ditetapkan jadi tersangka dalam kasus ini.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 23 Oktoberr: 14.803 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 23 Oktoberr: 14.803 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 23 Oktober: Kasus Kematian Covid-19 Bertambah 23, Total Jadi 143.176

UPDATE 23 Oktober: Kasus Kematian Covid-19 Bertambah 23, Total Jadi 143.176

Nasional
UPDATE 23 Oktober: Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.081.417, Tambah 1.066

UPDATE 23 Oktober: Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.081.417, Tambah 1.066

Nasional
UPDATE 23 Oktober: Bertambah 802, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.239.396

UPDATE 23 Oktober: Bertambah 802, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.239.396

Nasional
Tak Akan Ada Sanksi, Kemenkes Yakin Nakes Bakal Kembalikan Kelebihan Insentif

Tak Akan Ada Sanksi, Kemenkes Yakin Nakes Bakal Kembalikan Kelebihan Insentif

Nasional
Minta Maaf, Kemenkes Jelaskan Penyebab Transfer Dobel Insentif Nakes

Minta Maaf, Kemenkes Jelaskan Penyebab Transfer Dobel Insentif Nakes

Nasional
Kemenkes: Pengembalian Kelebihan Insentif Hanya untuk Nakes yang Terima Transfer Dobel

Kemenkes: Pengembalian Kelebihan Insentif Hanya untuk Nakes yang Terima Transfer Dobel

Nasional
PPATK Sebut Pengungkapan Kasus Narkoba Tanpa Menelusuri Aliran Uang Biasanya Gagal

PPATK Sebut Pengungkapan Kasus Narkoba Tanpa Menelusuri Aliran Uang Biasanya Gagal

Nasional
Kemenkes Minta Sejumlah Nakes Kembalikan Kelebihan Bayar Insentif

Kemenkes Minta Sejumlah Nakes Kembalikan Kelebihan Bayar Insentif

Nasional
Epidemiolog Nilai Tes PCR Tak Urgen Disyaratkan untuk Naik Pesawat

Epidemiolog Nilai Tes PCR Tak Urgen Disyaratkan untuk Naik Pesawat

Nasional
Wapres Ingatkan Ancaman Osteoporosis Saat Pandemi Covid-19

Wapres Ingatkan Ancaman Osteoporosis Saat Pandemi Covid-19

Nasional
Hasto Sebut Megawati Lakukan Kontemplasi Tentukan Capres dari PDI-P

Hasto Sebut Megawati Lakukan Kontemplasi Tentukan Capres dari PDI-P

Nasional
Khawatir Pemalsuan, Epidemiolog Minta Tes PCR Penumpang Pesawat Diawasi Ketat

Khawatir Pemalsuan, Epidemiolog Minta Tes PCR Penumpang Pesawat Diawasi Ketat

Nasional
Mengapa Hanya Penumpang Pesawat yang Wajib PCR? Ini Penjelasan Satgas

Mengapa Hanya Penumpang Pesawat yang Wajib PCR? Ini Penjelasan Satgas

Nasional
Jalankan Arahan Megawati, PDI-P Gelar Sunatan Massal

Jalankan Arahan Megawati, PDI-P Gelar Sunatan Massal

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.