Jokowi Diminta Segera Melantik 9 Komisioner KPI

Kompas.com - 20/07/2019, 20:34 WIB
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Charles Honoris. Fabian Januarius KuwadoAnggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Charles Honoris.

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi I DPR RI Charles Honoris mengatakan, tidak ada alasan bagi Presiden Joko Widodo untuk menunda pelantikan sembilan komisioner Komisi Penyiaran Indonesia ( KPI).

"Bagi kami di Komisi I DPR, proses berjalan dengan baik, jadi tidak ada alasan menunda pelantikan komisioner KPI," kata Charles saat ditemui di Jalan Gadjah Mada, Jakarta, Sabtu (20/7/2019).

Charles mengatakan, sembilan komisioner yang disahkan oleh DPR itu berhasil melewati fit and proper test. Lalu, dilakukan pendalaman pada setiap kandidat yang dibantu oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Baca juga: DPR Sahkan 9 Komisioner KPI 2019-2022, 4 di Antaranya Nama Lama


Kendati demikian, menurut Charles, pelatikan sembilan komisioner KPI tersebut merupakan hak prerogatif presiden.

"Ini sekali lagi hak prerogatif Presiden. Kalau Presiden merasa prosesnya masih perlu ditinjau kembali ya silahkan saja, ini ada di tangan pemerintah," pungkasnya.

Sebelumnya, Komisi I DPR telah mengesahkan 9 calon anggota KPI periode 2019-2022. Pemilihan dilakukan melalui mekanisme voting dalam Rapat Pleno Komisi I di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Dari 9 nama tersebut, empat di antaranya merupakan nama komisioner periode sebelumnya.
Keempat calon petahana tersebut adalah Agung Suprio, Hardly Stefano Fenelon Pariela, Nuning Rodiyah, dan Yuliandre Darwis.

Sementara, lima calon lainnya yang terpilih yakni Aswar Hasan, Irsal Ambia, Mimah Susanti, Mulyo Hadi Purnomo, dan Muhammad Reza.

Selain itu Komisi I juga memilih tiga cadangan dari peserta yang diseleksi, yaitu Ubaidillah, Imam Wahyudi dan Dayu Padmara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X