Jusuf Kalla: Mencari Teroris Saja Bisa, Apalagi Penyerang Novel...

Kompas.com - 19/07/2019, 18:36 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan keynote speech pada acara Smart Business Talk yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia di Jakarta, Kamis (11/7/2019). Acara tersebut mengangkat tema Making Indonesia 4.0 vs Super Smart Society 5.0. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj. *** Local Caption *** 
Dhemas ReviyantoWakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan keynote speech pada acara Smart Business Talk yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia di Jakarta, Kamis (11/7/2019). Acara tersebut mengangkat tema Making Indonesia 4.0 vs Super Smart Society 5.0. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj. *** Local Caption ***

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, sebenarnya polisi sudah menemukan titik terang mengenai kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Hal tersebut disampaikan Wapres Kalla menanggapi hasil kerja Tim Gabungan Pencari Fakta ( TGPF) kasus Novel Baswedan yang telah diungkap ke publik, Rabu (17/7/2019) lalu.

"Kan sudah dalam tahap indikasi ketahuan background-nya. Sekarang tingal mencari orangnya (pelaku)," ujar Kalla kepada para jurnalis usai menutup pembekalan Caleg Nasdem di Akademi Bela Negara Nasdem, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2019).

Baca juga: INFOGRAFIK: Hasil Penyelidikan TGPF Kasus Novel Baswedan

Ia pun meyakini sebenarnya polisi mampu menangkap pelaku. Kalla tidak pernah meragukan kemampuan personel kepolisian dalam hal mengungkap sebuah tindak pidana.

"Sebenarnya simple, tinggal mencari orang. Kalau polisi itu ahlinya di situ. Mencari teroris saja yang bersembunyi bisa dia dapat, apalagi di sini sudah ada bukti-bukti awal," kata Kalla.

Baca juga: Pengacara Novel: Polri Gagal, TGPF Gagal, Presiden Harusnya Tak Tunggu Lebih Lama Lagi

Diberitakan, sejumlah temuan baru terkait kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan terungkap dari hasil investigasi TGPF.

Tim yang telah bekerja selama enam bulan tersebut sudah menyerahkan laporan hasil investigasi kepada Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian pada 9 Juli 2019. Setelah dipelajari Tito, tim mengungkapkan hasilnya kepada publik dalam sebuah konferensi pers di Mabes Polri, Rabu lalu.

Tim mengungkapkan perihal zat kimia yang digunakan, hingga dugaan penggunaan kekerasan yang berlebihan oleh Novel sehingga terjadi penyerangan.

Akan tetapi, hasil investigasi TGPF belum juga menemukan titik terang. Sebab, kekerasan dan teror terhadap Novel Baswedan yang terjadi lebih dari dua tahun lalu ini belum juga diketahui pelaku dan dalang di baliknya.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X