Menhan Ryamizard: Stop Pelonco, Nggak Ada Gunanya!

Kompas.com - 19/07/2019, 12:29 WIB
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu (tengah) menjawab pertanyaan dari wartawan di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (12/6/2019). Ryamizard Ryacudu menyatakan keamanan jelang sidang sengketa Pemilihan Presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) pada 14 Juni 2019, berjalan kondusif. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nz.ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu (tengah) menjawab pertanyaan dari wartawan di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (12/6/2019). Ryamizard Ryacudu menyatakan keamanan jelang sidang sengketa Pemilihan Presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) pada 14 Juni 2019, berjalan kondusif. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nz.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertahanan ( Menhan) Ryamizard Ryacudu mengharapkan tidak ada lagi perpeloncoan bagi mahasiswa yang baru masuk di universitas, namun berikan pendidikan bela negara dan Pancasila.

"Itu lebih bagus daripada dipitakin rambut, pelonco. Nggak ada gunanya. Lucu-lucu aja yang ketawa kan seniornya. Yang dipelonco itu manyun aja. Sudah dipelontos, digebukin lagi," kata Ryamizard dalam sambutannya dalam Pembekalan kepada Komandan Lembaga Pendidikan (Danlemdik) TNI dan Kakanwil Kemhan, di Kantor Kemhan, Jakarta, Jumat (19/7/2019), dikutip dari Antara.

Baca juga: Bukan Perploncoan, 3 Kegiatan Ini Akan Dilakukan Selama MPLS

Pembekalan diikuti 62 Pejabat Danlemdik di lingkungan TNI dan juga 34 Pejabat Kakanwil Kemhan itu terkait dengan penyelenggaraan Pendidikan Kesadaran Bela Negara (PKBN) bagi mahasiswa baru yang dilakukan pada Agustus 2019.


Kegiatan pembekalan ini diselenggarakan dalam rangka menyatukan pandangan guna diperoleh konsep, sistem dan metode serta pemahaman yang sama, sehingga penyelenggaraan Pendidikan Kesadaran Bela Negara (PKBN) bagi mahasiswa baru di universitas yang dilaksanakan oleh Lemdik TNI dapat berjalan sesuai dengan sasaran yang ingin dicapai.

Baca juga: Atlet Renang SEA Games Diplonco

Pembekalan juga mengundang tiga pembicara sebagai narasumber yakni Rektor UPN Yogyakarta, Kapusdiklat Bela Negara Badiklat Kemhan dan Danrindam III/Siliwangi. Hadir pula para Danlemdik di lingkungan TNI serta pejabat eselon I dan II Kemhan.

Menurut mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini, ada beberapa hal penting yang harus diajarkan para Danlemdik dalam PKBM tersebut, yakni pembekalan bela negara, Pancasila, UUD 1945, dan Pemahaman Hukum.

"Kalau SD, kelas 1 hafalin dulu Pancasila. Kalau SMA, apalagi mahasiswa harus tahu Pancasila nomor satu. Kalau pemersatu pecah, bangsanya pecah. Kalau pemersatu hilang, bangsa ini sirna," ucap Ryamizard.

Baca juga: Ketimbang Perploncoan, Mending Bikin Bazar

Dalam kesempatan itu, Ryamizard meminta adanya pengenalan tentang keterampilan pramuka karena ada keterampilan tertentu dalam pramuka yang dapat berguna dalam kehidupan.

"Jadi kalau yang di luar itu kayak Pramuka. Bencana alam harus tahu apa gejalanya. Harus lari keluar (gempa), bukan sembunyi di balik sini. Dia bahkan bantu orang karena dia tahu bela negara," ucapnya.

Sebagaimana diketahui bahwa dalam rangka penyelenggaraan PKBN bagi generasi muda terutama mahasiswa, Kemhan telah melakukan kerja sama dengan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang diformalkan dalam bentuk Kesepakatan Bersama antara Menteri Pertahanan dengan Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi pada 6 Agustus 2015.

Baca juga: Mendikbud: Tidak Boleh Ada Perpeloncoan di Sekolah

Selanjutnya untuk mengakselerasi penyelenggaraan PKBN bagi mahasiswa, Kemhan juga telah menyelenggarakan Rapat Koordinasi dengan Pimpinan Universitas/Institut/Sekolah Tinggi dan Politeknik serta Lembaga Layanan Perguruan Tinggi pada tanggal 25 Juli 2017.

Dari hasil Rakor tersebut bahwa PKBN bagi mahasiswa yang bertujuan untuk membangun karakter dan jati diri bangsa yang memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme serta kesetiaan kepada ideologi Pancasila diselenggarakan melalui kegiatan Pengenalan Kampus bagi mahasiswa baru di setiap Perguruan Tinggi.

Dalam pelaksanaannya, setiap perguruan tinggi dapat bekerja sama dan bersinergi dengan seluruh Lembaga Pendidikan TNI yang berada di wilayahnya, sehingga penyelenggaraan PKBN bagi mahasiswa baru dapat berjalan secara efisien, efektif dan berkualitas serta sesuai dengan sasaran yang ingin dicapai.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X