Penyebab Bentrokan di Mesuji Menurut Polri

Kompas.com - 18/07/2019, 18:33 WIB
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (3/6/2019). KOMPAS.com/Devina HalimKepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (3/6/2019).
Penulis Devina Halim
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyebab bentrokan antarkelompok di kawasan hutan tanaman industri register 45, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung diduga terkait klaim pengelolaan lahan di hutan lindung tersebut.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Asep Adi Saputra mengatakan bahwa pihak yang mengklaim yakni kelompok Mesuji Raya sehingga terjadi bentrok dengan kelompok Mekar Jaya Abadi.

"Satu sisi pendatang ke sana untuk melakukan pengolahan tanah di sana tetapi ada satu sisi lain yang juga mempunyai klaim hak terhadap tanah tersebut. Sehingga kemudian akibatnya sebuah benturan kedua kelompok," kata Asep di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (18/7/2019).

Baca juga: Polri: Situasi di Mesuji Sudah Terkendali Pascabentrokan

Ia mengatakan bahwa pengelolaan lahan di kawasan hutan lindung tidak diperbolehkan. Namun, polisi masih mendalami bagaimana regulasi pengelolaan lahan di daerah tersebut.

Akibat peristiwa itu, menurut Asep, 3 korban tewas dan 10 orang luka-luka. Namun, kondisi di wilayah sekitar kondusif pascabentrokan.

Untuk saat ini, Asep mengatakan bahwa polisi masih mendalami peristiwa itu sekaligus memulihkan situasi agar kondusif.

"Dari pihak Polda Lampung, ya sekarang masih dalam terus penyelidikan. Yang jelas dalam upaya ini, antara kita memulihkan situasinya dan upaya penegakan hukum, kita lakukan secara paralel," ujar dia. 

Sebelumnya, massa dari dua wilayah yang berada di perbatasan Provinsi Lampung dan Provinsi Sumatera Selatan bentrok menggunakan senjata tajam, bahkan ada yang menggunakan senjata api.

Baca juga: Korban Tewas Bentrok Mesuji Bertambah Jadi 5 Orang

Bentrokan tersebut terjadi antara kelompok Mekar Jaya Abadi dan kelompok Mesuji Raya.

Kelompok Mekar Jaya Abadi adalah masyarakat yang bermukim dan mengolah tanah di Register 45 di dalam wilayah Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung.

Sementara itu, kelompok Mesuji Raya bermukim di wilayah Ogan Komering Ilir, Kabupaten Provinsi Sumatera Selatan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X