Basaria dan Alexander Mengaku Tak Kesulitan Uji Kompetensi Capim KPK

Kompas.com - 18/07/2019, 17:18 WIB
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan (kiri) berjabat tangan dengan Staf Ahli Kapolri bidang Sosial Politik Irjen Pol Ike Edwin (kanan) saat bersiap mengikuti uji kompetensi seleksi calon pimpinan KPK, di Pusdiklat Kementerian Sekretariat Negara, Cilandak, Jakarta, Kamis (18/7/2019). Sebanyak 192 kandidat calon pimpinan KPK mengikuti uji kompetensi tersebut. ANTARA FOTO/APRILLIO AKBARWakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan (kiri) berjabat tangan dengan Staf Ahli Kapolri bidang Sosial Politik Irjen Pol Ike Edwin (kanan) saat bersiap mengikuti uji kompetensi seleksi calon pimpinan KPK, di Pusdiklat Kementerian Sekretariat Negara, Cilandak, Jakarta, Kamis (18/7/2019). Sebanyak 192 kandidat calon pimpinan KPK mengikuti uji kompetensi tersebut.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Basaria Panjaitan dan Alexander Marwata mengaku tidak mengalami kesulitan dalam menempuh ujian kompetensi capim KPK. 

"Soal tesnya hampir sekitar segitu saja, tidak kebingungan karena saya sudah dua kali ikut tes," ujar Basaria selepas menyelesaikan uji kompetensi di Gedung Pusdiklat Kemensetneg, Jakarta Selatan, Kamis (18/7/2019). 

Ia juga mengaku tidak mengalami kesulitan dalam membuat makalah. Sebab, menurut Basaria, tema makalah yang diberikan serupa dengan saat dia mendaftar sebagai capim KPK periode 2015-2019.

"Makalahnya hampir sama, itu-itu saja ya, intinya peran KPK untuk meningkatkan pencegahan dan penindakan korupsi," ucap dia. 


Baca juga: Pansel Akan Serahkan 10 Nama Capim KPK ke Presiden Jokowi 2 September

Senada dengan Basaria, Alex mengaku tidak banyak menemui hambatan dalam uji kompetensi, terutama dalam uji kompetensi yang ada pertanyaan seputar Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi dan organisasi internal KPK. 

Ia juga mengatakan, soal-soal dalam uji kompetensi hampir serupa dengan saat dia mendaftarkan diri sebagai capim KPK periode 2015-2019.

"Pertanyaanya kan terkait organisasi di KPK, kita (komisioner) juga tahu apa saja yang ada di organisasi internal. Terus pertanyaan soal UU Tipikor, kebetulan saya pernah jadi hakim tipikor, kan jadi banyak tahu," ujar Alex.

Seperti diketahui, dari 376 pendaftar capim KPK, pada 11 Juli lalu, pansel mengumumkan ada 192 orang dinyatakan lolos seleksi administrasi. Mereka yang lolos tersebut pun mengikuti uji kompetensi.

Baca juga: KPK: Semestinya Pejabat Publik Memberikan Contoh Kepatuhan Hukum...

Dari jumlah 192 orang tersebut, porsi terbesar, yaitu 40 orang berlatar belakang profesi akademisi/dosen.

Kemudian diikuti advokat/konsultan hukum (39), jaksa/hakim (18), korporasi (17), komisioner atau pegawai KPK (13), anggota Polri (13), auditor (9), dan profesi lain (43).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X